KUDUS, Lingkarjatang.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mulai melibatkan investor swasta dalam pengelolaan sejumlah objek wisata daerah. Langkah ini ditempuh untuk mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
Tiga destinasi yang disiapkan untuk dikelola pihak ketiga meliputi Taman Krida, Taman Ria Colo, dan Waterboom Museum Kretek. Ketiganya ditawarkan kepada investor dengan nilai pengelolaan yang telah ditentukan berdasarkan penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Abdul Halil, mengatakan pelibatan investor merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kontribusi sektor wisata terhadap pendapatan daerah.
Menurutnya, pengelolaan sejumlah objek wisata milik Pemkab Kudus selama ini belum menghasilkan PAD secara optimal. Oleh karena itu, pemerintah daerah mulai membuka peluang bagi pihak swasta untuk mengembangkan dan mengelola destinasi tersebut.
“Kami sempat melakukan kajian supaya pendapatan di sektor wisata itu meningkat. Sehingga kami mulai tawarkan kepada investor supaya mau mengelola objek wisata milik Pemkab Kudus,” ujarnya, Kamis, 29 Oktober 2026.
Dalam skema tersebut, investor mendapat kewenangan untuk menangani keseluruhan operasional objek wisata. Adapun nilai pembayaran pengelolaan mengacu pada hasil penilaian KJPP.
Halil merinci, nilai penawaran pengelolaan Taman Krida mencapai sekitar Rp677 juta per tahun. Sementara itu, Taman Ria Colo ditawarkan dengan nilai sekitar Rp45 juta per tahun dan Waterboom Museum Kretek sebesar Rp353 juta per tahun.
“Investornya dari Kudus semua. Perjanjian sewanya itu minimal 5 tahun dan bisa diperpanjang,” sebutnya.
Dari sisi pengembangan, masing-masing objek wisata akan diarahkan memiliki konsep baru untuk meningkatkan daya tarik pengunjung.
Taman Krida yang berlokasi di Kompleks GOR Bung Karno, Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kudus, direncanakan dikembangkan menjadi Taman Tengah Kota. Destinasi ini akan mengusung konsep wisata edukasi yang dipadukan dengan ruang terbuka hijau sebagai alternatif rekreasi keluarga.
Sementara itu, Taman Ria Colo di Desa Colo, Kecamatan Dawe, akan dikembangkan dengan nama D’tjolo Eco Park. Investor merencanakan destinasi tersebut sebagai kawasan wisata di lereng Gunung Muria yang menggabungkan unsur alam, edukasi, dan olahraga atau sport tourism.
Adapun Waterboom Museum Kretek akan ditata ulang dengan konsep baru bernama Museum Kretek Gerden. Pengembangan kawasan ini akan berfokus pada fasilitas kolam renang dan area parkir Museum Kretek.
Selain wahana permainan air, Halil menyebut pihak pengelola juga berencana menghadirkan layanan wisata keliling kota atau city tour. Rencana tersebut akan melibatkan komunitas otomotif Volkswagen (VW) untuk menambah pilihan aktivitas bagi pengunjung.
Jurnalis: Nisa Hafidzotus S.
Editor: Muslichul Basid
































