SEMARANG, Lingkarjateng.id – Polrestabes Semarang akan memeriksa dokter RS Primaya Semarang untuk mengungkap penyebab kematian atlet pencak silat Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinita (19), yang meninggal dunia sehari setelah menjalani operasi cedera jari saat mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Erlin Tang Jaya, mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu meminta penjelasan medis secara lengkap dari dokter yang menangani Ayudiah sebelum menyimpulkan penyebab kematian atlet tersebut.
“Kita minta keterangan atau penjelasan lengkap dari dokter dulu,” ujarnya saat dihubungi awak media, Rabu, 28 Oktober 2026.
Berdasarkan informasi awal yang diterima, kematian Ayudiah Rivana diduga berkaitan dengan penggumpalan darah.
Namun, dugaan tersebut masih perlu diklarifikasi melalui keterangan dokter yang menangani korban.
“Perkiraan dokter apakah ini mengalami penggumpalan darah. Mungkin itu darahnya anak ini kental atau apa, kita enggak tahu, tapi diperkirakan seperti itu,” jelas Erlin.
Ia menjelaskan, penggumpalan darah berpotensi menjalar ke organ vital, termasuk jantung.
Meski demikian, berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi Ayudiah setelah menjalani operasi sempat dilaporkan baik dan korban masih dalam keadaan sadar.
Ia juga memperoleh informasi bahwa pihak keluarga menolak pemeriksaan lebih lanjut melalui autopsi terhadap jenazah Ayudiah.
“Informasi dari dokter, keluarga menolak untuk diperiksa lebih mendalam atau autopsi,” ungkapnya.
Dengan tidak dilakukannya autopsi, polisi akan mengandalkan keterangan dokter untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi medis Ayudiah sebelum meninggal dunia.
Erlin menegaskan, kasus kematian atlet pencak silat tersebut berbeda dengan kematian atlet selam asal Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, yang meninggal setelah mengalami insiden tenggelam saat mengikuti cabang olahraga selam laut di kawasan Awann Costa, Kecamatan Semarang Barat, Minggu, 25 Oktober 2026.
“Yang pasti kita minta keterangan atau penjelasan lengkap dari dokter dulu, karena tidak seperti kejadian yang atlet renang itu,” katanya.
Jurnalis: Lingkar Network/Syahril Muadz
Editor: Muslichul Basid































