GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Kontingen Kabupaten Grobogan menargetkan posisi empat besar dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Sebanyak 410 atlet yang akan bertanding di 50 cabang olahraga (cabor) dipersiapkan untuk bersaing sekaligus mempertahankan prestasi daerah di tingkat provinsi.
Target tersebut disampaikan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Grobogan, Yoyok Prihantoro, dalam acara pelepasan kontingen Porprov XVII Jawa Tengah 2026 di Pendopo Kabupaten Grobogan, Minggu, 18 Oktober 2026.
Yoyok menjelaskan, ratusan atlet yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi dan pembinaan bersama pengurus cabang olahraga. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bagian dari pertanggungjawaban KONI dalam memanfaatkan dukungan anggaran pemerintah daerah untuk mendorong prestasi atlet.
“Ketika Pemerintah Kabupaten Grobogan memberikan anggaran kepada kami, inilah yang bisa kita berikan. Inilah wujud tanggung jawab kami dan tanggung jawab cabang olahraga dalam membina atlet sampai meloloskan 410 atlet,” ujarnya.
Ia menyebut, target empat besar menjadi upaya untuk menjaga konsistensi prestasi Grobogan seperti pada penyelenggaraan Porprov sebelumnya. Meski persaingan di wilayah Semarang Raya diperkirakan berlangsung ketat, pihaknya optimistis kontingen mampu menunjukkan performa maksimal.
Yoyok juga mengingatkan para atlet agar menyadari tanggung jawab sebagai wakil daerah. Ia meminta seluruh peserta menjaga sportivitas, menjunjung tinggi integritas, serta memiliki mental bertanding yang kuat.
“Kuatkan mental kalian semua. Jangan pernah gentar menghadapi siapa pun lawan di sana. Ingat, kalian datang ke sana untuk menang,” tegasnya.
Selain kesiapan mental, para atlet diminta menjaga kebugaran selama kompetisi, mengikuti instruksi pelatih, serta mempertahankan kekompakan tim. Kedisiplinan dan konsentrasi dinilai menjadi faktor penting untuk menghadapi rangkaian pertandingan.
Pada kesempatan tersebut, Yoyok turut mengapresiasi dukungan Bupati dan Pemerintah Kabupaten Grobogan terhadap pembinaan olahraga, baik melalui anggaran maupun fasilitas. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada pelatih dan ofisial yang mendampingi atlet selama masa persiapan.
Untuk memperkuat motivasi kontingen, KONI Grobogan mengusung slogan “Grobogan Wani Tempur!” sebagai identitas perjuangan atlet dalam menghadapi Porprov 2026.
Yoyok menjelaskan, wani berarti berani, sedangkan tempur menggambarkan semangat berjuang dengan kemampuan maksimal hingga pertandingan berakhir. Slogan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi atlet untuk tampil percaya diri dan tidak mudah menyerah.
“Kami datang bukan untuk sekadar ikut, kami datang untuk bertempur,” ujarnya.
Menurut Yoyok, semangat tersebut merupakan representasi dari proses pembinaan yang menuntut latihan keras, kedisiplinan, dan program yang terukur. Ia menegaskan, perjuangan menuju prestasi tidak boleh berhenti hanya karena menghadapi keterbatasan sumber daya.
Ia mengakui, persoalan anggaran masih menjadi tantangan dalam pengembangan olahraga di Grobogan. Namun, kondisi tersebut tidak boleh melemahkan komitmen pengurus, pelatih, maupun atlet untuk terus meningkatkan prestasi.
“Olahraga adalah darah kami, kebanggaan kami. Untuk menyerah bukanlah suatu alasan bagi kami. Semangat kami tidak bisa diefisienkan,” katanya.
Yoyok berharap seluruh atlet, pelatih, dan ofisial menjadikan semangat Wani Tempur sebagai pedoman selama kompetisi. Selain mengejar kemenangan, kontingen juga diminta menjaga nama baik daerah dengan tetap mengedepankan sportivitas.
“Kita buktikan bahwa dari keterbatasan, kita bisa menorehkan prestasi yang membanggakan,” tandasnya.
Jurnalis: Lingkar Network/Ahmad Abror
Editor: Muslichul Basid





























