SALATIGA, Lingkarjateng.id – Insentif guru non aparatur sipil negara (ASN) di Kota Salatiga yang sempat tertunda selama beberapa bulan akhirnya mulai dicairkan. Pembayaran Januari hingga September 2026 dilakukan secara rapel.
Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit menegaskan, insentif tersebut merupakan hak para guru non ASN yang harus dipenuhi pemerintah.
“Mohon maaf baru bisa terselenggara hari ini. Dan ini adalah hak yang memang harus diterima oleh para guru,” tegas Dance, Senin, 19 Oktober 2026.
Di sisi lain, Dance meminta para guru non ASN terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu mengikuti perubahan dan perkembangan dunia pendidikan.
“Guru harus mau belajar dan berubah untuk pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan mengatakan Pemkot Salatiga telah berupaya memperjuangkan kesejahteraan guru hingga akhirnya insentif tersebut cair pada bulan ini.
“Pemerintah Kota Salatiga telah berupaya lama untuk memperjuangkan kesejahteraan. Namun apa daya, kondisi keuangan semua dalam keadaan tidak baik-baik saja,” kata Robby.
Menurutnya, peningkatan kesejahteraan guru perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan. Sebab, kata dia, guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak, terutama sejak usia dini.
Robby menekankan pembentukan karakter perlu dimulai dari tingkat PAUD. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yakni melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan anak, termasuk pengenalan permainan tradisional.
“Hal yang penting adalah guru bisa membentuk karakter murid yang dibina dari awal, yaitu tingkat PAUD,” tandasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar




























