KENDAL, Lingkarjateng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal memberikan edukasi kebencanaan kepada anak-anak usia dini, salah satunya melalui kegiatan kunjungan belajar.
Salah satunya saat TK Kemala Bhayangkari 34 Kendal pada Kamis, 15 Oktober 2026 mengunjungi Kantor BPBD. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana sejak dini melalui pembelajaran yang dikemas secara menyenangkan.
Anak-anak didampingi guru dan pengurus yayasan diajak mengenal berbagai jenis bencana, langkah mitigasi, simulasi kebencanaan, hingga peralatan yang digunakan dalam penanganan bencana.
Kepala TK Kemala Bhayangkari 34 Kendal, Widodo Supraptiyah, mengatakan kunjungan tersebut untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung. Dengan begitu, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga dapat mengenal lebih dekat dunia kebencanaan.
“Anak-anak mendapatkan materi yang meliputi pengenalan bencana, upaya mitigasi, simulasi, pengenalan berbagai peralatan kebencanaan, serta profesi yang terlibat dalam penanganan bencana. Melalui kegiatan ini anak-anak bisa mendapatkan pengalaman sekaligus pengetahuan terkait kebencanaan,” terangnya.
Sementara itu, Plt Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kendal, Herdiyanto Adhitiyo, menyampaikan bahwa edukasi dirancang melalui pendekatan bermain agar materi lebih mudah dipahami oleh anak-anak.
“Dalam kegiatan tersebut, anak-anak kita perkenalkan dengan pengertian dan jenis-jenis bencana. Mereka juga diajak melihat berbagai peralatan kebencanaan sekaligus mengenal cara penggunaannya,” terang Herdi.
Ia menyebutkan melalui kegiatan ini anak-anak lebih mudah memahami pentingnya menjaga keselamatan diri ketika menghadapi situasi darurat.
“Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga bertujuan membentuk sikap tanggap dan tidak mudah panik saat terjadi bencana,” lanjutnya.
Herdi berharap, melalui kunjungan edukasi ini, anak-anak memperoleh wawasan dan pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Menurutnya, pengetahuan dasar mengenai kebencanaan dapat menjadi bekal bagi mereka untuk mengenali potensi bahaya dan memahami langkah sederhana dalam melindungi diri.
“Edukasi kebencanaan sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun budaya sadar bencana di masyarakat,” katanya.
Ia juga berharap dengan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, upaya pengurangan risiko bencana di Kabupaten Kendal diharapkan semakin kuat sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang tangguh, tanggap, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.
“Karena itu, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan agar kesiapsiagaan tidak hanya tumbuh di kalangan orang dewasa, tetapi juga tertanam sejak usia anak-anak,” pungkasnya. (adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa






























