Batang (lingkarjateng.id) – Lonjakan jumlah korban keracunan MBG di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, makin terus bertambah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang, hingga Jumat (25/9) siang tadi, korban mencapai sebanyak 512 orang.
“Update hari Jumat, 25 September 2026, pukul 13.00 WIB, jumlah pasien 521,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang, Ida Susilaksmi, melalui pesan singkatnya yang diterima, Jumat (25/9/2026) sore.
Ida menjelaskan, dari jumlah tersebut, 173 orang dirujuk dari Puskesmas Bawang, 23 orang dirawat inap, dan 326 orang berstatus rawat jalan. Jumlah pasien rawat jalan ini mengalami peningkatan, sebelumnya 319 orang.
“Dirujuk 173, rawat jalan 326, pasien rawat inap Puskesmas Bawang ada 23,” ujarnya.
Disampaikan, 173 pasien yang dirujuk ini dibagi di beberapa pelayanan kesehatan, di antaranya menjalani perawatan inap di RSUD Batang sebanyak 66 orang, RSUD 41 orang, Puskesmas Subah 11 orang, Puskesmas Gringsing 11 orang.
Dihubungi terpisah, Direktur RSUD Batang, Any Rusydiani, memastikan pihaknya telah memaksimalkan layanan kesehatan terhadap para pasien. RSUD Kalisari Batang juga melakukan penambahan jumlah tempat tidur dan masih mencukupi untuk menerima pasien rujukan.
Selain itu, RSUD Batang juga menyiapkan penambahan ruang perawatan apabila jumlah pasien semakin meningkat.
“Yang penting kita siap kok. Kita dibantu bed dari BPBD, dari PMI. Ada sekitar 20 tempat tidur tambahan yang telah disiapkan di dua lokasi,” kata dia.
Sebanyak 20 tempat tidur tambahan itu ditempatkan di dua ruangan, yakni 11 bed di ruang Lili dan 9 bed di ruang Ceta.
Kondisi Pasien Korban Keracunan Membaik
Sebelumnya, Wabup Batang Suyono menyebut perkembangan kondisi pasien rata-rata mulai membaik. Ia berharap pasien yang kondisinya sudah memungkinkan dapat segera pulang setelah mendapat penanganan medis.
“Alhamdulillah tidak ada yang meninggal, semuanya teratasi dengan baik. Meskipun harus menambah bed-bed yang ada, ditambah dari BPBD yang membantu dan PMI,” katanya saat mengecek langsung kondisi pasien korban dugaan keracunan MBG di RSUD Batang, Jumat (25/9) siang.
Suyono mengatakan penanganan pasien dilakukan dengan dukungan sejumlah pihak. Penambahan tempat tidur juga dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan perawatan pasien yang datang. Meski kondisi pasien disebut mulai membaik, Suyono meminta insiden tersebut tidak terulang.***
Editor : Adi Arfian




























