KUDUS, Lingkarjateng.id – DPC Partai Gerindra Kabupaten Kudus menyalurkan berbagai jenis alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung aktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan.
Ketua DPC Gerindra Kudus, Sulistyo Utomo, mengatakan penyaluran alsintan kepada petani merupakan bentuk dukungan terhadap sektor pertanian di daerah dan swasembada pangan.
Menurutnya, swasembada pangan membutuhkan keterlibatan langsung berbagai pihak, terutama dalam memperkuat posisi petani sebagai pelaku utama produksi pangan. Keberhasilan swasembada pangan, kata dia, tidak cukup hanya diterjemahkan dalam bentuk target produksi. Kebijakan tersebut harus diikuti dengan penguatan sarana produksi, teknologi pertanian, hingga peningkatan kesejahteraan petani.
“Yang paling penting adalah bagaimana kebijakan swasembada pangan benar-benar dirasakan petani. Mereka harus mendapatkan dukungan agar produktivitas meningkat dan hasil pertanian memberikan kesejahteraan,” ujar Sulistyo, Senin, 24 Agustus 2026.
Selain itu, Seulistyo mengatakan persoalan pertanian tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan lahan. Petani juga membutuhkan akses terhadap pupuk dan benih, jaringan irigasi yang memadai, pembiayaan, jaminan harga hasil panen, serta teknologi yang dapat mempercepat proses pengolahan lahan dan produksi.
Karena itu, Sulistyo menilai mekanisasi pertanian menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan efisiensi kerja petani.
Pemanfaatan alsintan dalam pertanian dapat membantu mempercepat pengolahan lahan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja manual.
Untuk itu, DPC Gerindra Kudus menyalurkan alsintan untuk mempermudah petani menggarap lahan
Bantuan alsintan tersebut terdiri 16 traktor roda dua, enam traktor roda empat, tiga traktor roda crawler atau rotavator, sembilan pompa air berkapasitas enam inci, 16 pompa air tiga inci, serta satu combine harvester berukuran besar.
Sulistyo berharap bantuan tersebut tidak sekadar menambah sarana pertanian, tetapi mampu memberikan dampak langsung terhadap produktivitas dan efisiensi kerja petani di Kudus.
“Dengan dukungan teknologi dan sarana pertanian yang memadai, kami berharap petani semakin produktif, biaya produksi bisa ditekan, dan kesejahteraan mereka ikut meningkat. Ini bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat ketahanan pangan,” tandasnya.
Editor: Redaksi




























