PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Kajen Half Marathon yang berlangsung pada Minggu, 23 Agustus 2026 tak sekadar menjadi kompeti lari, Pemerintah Kabupaten Pekalongan merancang kegiatan tersebut untuk mengangkat potensi pariwisata, mendorong ekonomi masyarakat melalui UMKM, serta menumbuhkan budaya olahraga.
Pelaksana tugas Bupati Pekalongan, Sukirman, mengatakan kompetisi lari tersebut menjadi sarana memperkenalkan Kajen sebagai kawasan yang layak menyelenggarakan kegiatan berskala regional hingga nasional.
Kegiatan juga dipadukan dengan hiburan dan jalan sehat yang melibatkan luas masyarakat, termasuk Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan.
“Yang pertama tentu saja untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404, sekaligus Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Yang tidak kalah penting adalah menumbuhkembangkan para runner yang ada di Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya,” ujar Sukirman.
Sukirman menegaskan penyelenggaraan event ini menjadi langkah promosi potensi daerah, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
“Ini salah satunya untuk mempromosikan Kajen. Bahwa Kajen ini juga layak untuk menjadi tempat event-event, baik itu event regional maupun event nasional nantinya. Ini biar ekonomi tumbuh, UMKM juga tumbuh karena kita padukan dengan hiburan,” jelasnya.
Pihaknya mengakui prestasi olahraga Kabupaten Pekalongan masih tertinggal di tingkat regional Jawa Tengah, sehingga kegiatan semacam ini diharapkan terus memacu peningkatan prestasi dan budaya olahraga. Ia sendiri turut berpartisipasi dalam nomor lari 5 kilometer.
Di sisi lain, Sukirman menyampaikan capaian ekonomi daerah menunjukkan tren positif — pertumbuhan ekonomi meningkat, tingkat pengangguran dan kemiskinan menurun. Namun, tantangan utama saat ini berada pada pembangunan infrastruktur, sehingga Pemkab Pekalongan terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk mendukungnya.
“Capaian ekonominya bagus, pertumbuhan ekonominya bagus, tingkat pengangguran terbukanya juga turun. Kemudian tingkat kemiskinannya juga turun. Yang titik tekannya memang hari ini problem kita adalah infrastruktur,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat bangkit bersama lewat semangat “Kajen Bangkit”.
“Di tengah situasi yang abnormal begitu, kita mencoba membangkitkan lagi semangat kegotongroyongan, semangat kebersamaan, semangat untuk memperbaiki Kajen, Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Ulfa






























