BATANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang mendorong masyarakat memperluas pilihan sumber pangan melalui lomba kreasi olahan pangan lokal berbahan non-beras dan non-terigu. Kegiatan yang digelar Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) tersebut berlangsung di Halaman Kantor PKK Batang, Kamis, 13 Agustus 2026.
Lomba menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus upaya meningkatkan penganekaragaman konsumsi pangan. Pesertanya merupakan Tim Penggerak (TP) PKK dari 15 kecamatan di Kabupaten Batang.
Dalam perlombaan tersebut, setiap tim diberi waktu sekitar dua jam untuk mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian yang kreatif. Peserta bebas menentukan menu, dengan syarat bahan utama yang digunakan tidak berasal dari beras maupun terigu.
Sekretaris Dispaperta Batang, Syam Manohara, mengatakan pemilihan bahan pangan tersebut berkaitan dengan upaya pemerintah meningkatkan kualitas pola konsumsi masyarakat. Menurutnya, capaian pola pangan harapan di Batang saat ini masih berada di kisaran 98 persen.
“Salah satu komponen yang masih perlu didorong adalah konsumsi pangan berbahan umbi-umbian. Karena itu, lomba tersebut diharapkan dapat memperkenalkan berbagai menu berbahan pangan lokal yang selama ini belum banyak dikonsumsi masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkenalkan lebih banyak alternatif olahan pangan lokal kepada masyarakat. Umbi-umbian menjadi salah satu bahan yang didorong untuk dikembangkan karena dapat diolah menjadi beragam jenis makanan.
“Kreasi sendiri, dibebaskan, yang penting bahannya non-beras dan non-terigu. Pangan berbasis umbi-umbian menjadi salah satu bahan yang didorong untuk dikembangkan dalam kegiatan tersebut,” ungkapnya.
Selain menghasilkan sajian kreatif, lomba tersebut diarahkan agar menu yang dinilai unggul dapat dikembangkan menjadi produk pangan yang memiliki nilai jual dan diminati masyarakat.
“Kita harapkan nanti menu yang jadi pemenang bisa diangkat sebagai produk pangan yang menarik untuk masyarakat Kabupaten Batang,” harapnya.
Dalam pelaksanaannya, Dispaperta berkolaborasi dengan TP PKK Kabupaten Batang, Bank Indonesia (BI), dan Risa Catering. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membantu pengembangan serta memperluas pengenalan produk olahan pangan lokal hasil kreasi peserta.
Aspek gizi juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Dispaperta mendorong agar makanan berbahan pangan lokal tidak hanya menarik dari sisi tampilan dan rasa, tetapi juga memenuhi prinsip bergizi, berimbang, sehat, dan aman.
Syam menjelaskan, umbi-umbian dapat menjadi sumber karbohidrat yang kemudian dipadukan dengan bahan pangan sumber protein seperti ikan dan telur.
“Umbi-umbian itu sumber energi atau karbohidrat. Nanti bisa dikombinasikan dengan protein, mungkin dari ikan atau telur. Jadi makanan ini bergizi, berimbang, sehat, dan aman,” ujarnya.
Menurutnya, penganekaragaman konsumsi diperlukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras sebagai sumber pangan utama. Pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi menu yang lebih variatif diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat mengonsumsi sumber karbohidrat alternatif.
“Kita ingin menutup kekurangan konsumsi pola pangan sehingga nantinya bisa mencapai angka 100 persen,” tandasnya.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network
Editor: Rosyid

































