KABUPATEN SEMARANG, Lingkarjateng.id – Polres Semarang mengungkap motif pelaku perampokan konter HP Royal Phone di Pojoksari, Kecamatan Ambarawa.
Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, menjelaskan bahwa motif utama kasus perampokan konter hp dengan tersangka DPP (20) dan TI (25) dilatarbelakangi masalah ekonomi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka DPP diketahui memiliki hutang terkait usaha.
“Jadi tersangka DPP ini punya hutang yang berkaitan dengan usaha yang ia jalani sehari-hari, termasuk usaha tepung ketang yang tersangka geluti selama ini hingga ia nekat melakukan aksi kejahatan itu,” jelasnya di Mapolres Semarang, 12 Agustus 2026.
Di sisi lain, Polres Semarang juga menjelaskan sosok wanita berinisial V yang disebut-sebut sebagai dalang dibalik kasus perampokan telah diperiksa.
“Kami memeriksa sosok berinisial V, ia adalah sosok perempuan yang sempat beredar rumor bahwa ia adalah diduga sebagai otak atau dalang utama pelaku adanya tindak kejahatan yang menewaskan bos Royal Phone itu,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, polisi menyimpulkan sosok V tidak ada keterkaitan dengan kejahatan yang menewaskan bos konter Hp Royal Phone.
“Rencana tindak pencurian atau perampokan dengan kekerasan yang menyebabkan korban ini meninggal dunia itu murni hanya berkaitan dengan dua orang tersangka yang sekarang ini sudah kami tahan,” bebernya.
Di sisi lain, terungkapnya kasus perampokan dengan kekerasan berawal dari informasi adanya pesanan ojek online dari penumpang dengan tujuan dari wilayah Kabupaten Grobogan ke Ambarawa, Kabupaten Semarang.
“Kemudian driver ojek online itu dibayar tidak menggunakan uang tunai maupun pembayaran cashless, tapi driver tersebut justru dibayar dengan menggunakan satu unit handphone,” terangnya.
Dari informasi itu, Polres Semarang melakukan penyelidikan dengan melibatkan kepolisian di wilayah Grobogan.
“Dari situ kami sudah curiga, dan akhirnya kami lakukan penyelidikan dan dari driver itulah kami bisa menemukan nama maupun nomor handphone dari kedua tersangka,” katanya.
Sementara itu, korban sekaligus bos konter Hp Royal Phone di Ambarawa, Chandra Waskito, diketahui berencana akan menikahi kekasihnya dalam waktu dekat. Korban telah merencanakan menikah pada bulan Januari mendatang.
Korban bahkan sudah beli rumah yang dibelinya sekitar enam bulan lalu juga tengah direnovasi untuk nantinya ditempati bersama calon istrinya.
Kasus ini bermula ketika para karyawan Royal Phone mendatangi toko untuk bekerja pada Kamis siang, 6 Agustus 2026. Mereka mendapati pintu konter terkunci dari dalam, sementara korban tidak dapat dihubungi.
Kecurigaan muncul setelah para karyawan mengintip ke dalam bangunan dan melihat kondisi toko berantakan disertai bercak darah di lantai. Mereka kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Polsek Ambarawa.
Tim Satreskrim Polres Semarang bersama Inafis kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari lokasi, petugas menemukan bercak darah, serpihan tulang yang diduga berasal dari kepala korban, serta sejumlah telepon seluler yang dilaporkan hilang.
Sementara itu, korban tidak ditemukan di dalam konter. Mobil Honda Jazz miliknya juga tidak berada di lokasi. Pada sore harinya, jenazah Chandra Waskito ditemukan di dalam mobil tersebut di wilayah Desa Trisari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, dengan luka parah di bagian belakang kepala.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Ulfa


































