KENDAL, Lingkarjateng.id – Program Pengelolaan Irigasi Tambak Partisipatif (PITAP) mulai dilaksanakan di Desa Kalirejo, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Selasa 14 Juli 2026.
Pengerjaan program tersebut diawali dengan doa bersama sebagai tanda akan dimulainya pekerjaan yang dipimpin langsung Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo.
Hudi menjelaskan, Pengelolaan Irigasi Tambak Partisipatif (PITAP) merupakan program yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang difokuskan untuk merehabilitasi saluran irigasi tambak dalam rangka mendukung peningkatan produktivitas budidaya perikanan masyarakat.
Sementara di Desa Kalirejo, Kecamatan Kangkung, pengerjaan proyek akan memakan waktu 90 hari dengan alokasi anggaran Rp294 juta.
“Di Kalirejo Kangkung ini ada sepanjang 2,7 kilometer yang akan dilakukan pengerjaan dengan target penyelesaian selama 90 hari dengan alokasi anggaran sebesar Rp294 juta,” jelas Hudi.
Hudi menyebutkan, program Pengelolaan Irigasi Tambak Partisipatif (PITAP) ini merupakan upaya memperbaiki fungsi saluran irigasi tambak agar pasokan dan pembuangan air menjadi lebih lancar.
“Dengan irigasi yang baik, produktivitas tambak masyarakat diharapkan meningkat,” kata Hudi.
Dirinya juga memaparkan, rehabilitasi saluran irigasi tersebut dikerjakan secara swakelola dengan pola padat karya, sehingga melibatkan dan memberdayakan masyarakat setempat yang tergabung dalam kelompok pembudidaya.
“Yang mengerjakan adalah para pembudidaya yang berada di sekitar saluran irigasi,” bebernya.
Selain memperbaiki infrastruktur tambak, menurut Hudi program Pengelolaan Irigasi Tambak Partisipatif (PITAP) ini juga memberikan manfaat ekonomi karena membuka kesempatan kerja bagi masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.
Ia berharap setelah proyek selesai, sistem pengairan tambak menjadi lebih optimal sehingga mampu meningkatkan hasil produksi budidaya perikanan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Melalui PITAP, pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan mengelola saluran irigasi tambak agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” pungkas Hudi. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar




























