KENDAL, Lingkarjateng.id – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kendal mengusulkan proposal kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait program budi daya tematik
Usulan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Sektor Kelautan dan Perikanan Tahun 2026 yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Ballroom Gedung Mina Bahari III Lantai 1, Kementerian Kelautan dan Perikanan Jakarta Pusat selama dua hari, Kamis-Jumat, 2-3 Juli 2026.
Rakornas yang mengusung tema “Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Sektor Kelautan dan Perikanan digelar untuk mendorong percepatan pelaksanaan berbagai program strategis yang berorientasi pada peningkatan produksi pangan berbasis kelautan dan perikanan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala DKP Kendal, Hudi Sambodo, mengatakan Pemerintah Kabupaten Kendal mengusulkan program budi data tematik yang memadukan budi daya ikan dengan tujuan sosial, ekonomi, dan ketahanan pangan.
“Sektor ini berfokus pada komoditas bernilai gizi tinggi seperti lele dan nila yang hasilnya didistribusikan untuk program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG),” terangnya.
Hudi menjelaskan dari 28 desa dan kelurahan yang mengajukan budi daya tematik, sebanyak 24 desa telah mengunggah proposal usulan. Sementara dua desa membatalkan pengajuan karena terkendala ketersediaan lahan, dan dua desa lainnya masih dalam proses konfirmasi.
“Progres hingga hari ini, sudah ada 24 desa yang mengunggah proposal. Dua desa batal karena persoalan lahan, sedangkan dua desa lainnya masih kami konfirmasi. Proposal yang masuk saat ini merupakan usulan kegiatan budidaya tematik dari Kabupaten Kendal,” jelasnya.
Menurut Hudi, setiap desa yang lolos verifikasi proposal akan memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp600 juta untuk mendukung pengembangan budidaya tematik sesuai potensi wilayah masing-masing.
“Setiap desa akan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp600 juta setelah proposal diajukan dan dinyatakan memenuhi ketentuan berdasarkan hasil verifikasi,” lanjutnya.
Ia berpesan, desa dan kelurahan yang belum mengajukan proposal diminta segera melengkapi persyaratan agar tidak kehilangan kesempatan memperoleh bantuan dari pemerintah pusat.
“Melalui program budidaya tematik itu kedepan harapannya mampu meningkatkan produktivitas sektor perikanan budidaya di Kabupaten Kendal sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku usaha perikanan di tingkat desa,” pungkasnya. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa






























