REMBANG, Lingkarjateng.id – Musim kemarau tidak menghalangi petani di Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang untuk tetap memproduksi padi. Melalui pemanfaatan embung, tanggul manual, dan pompanisasi, Kelompok Tani Budi Luhur berhasil menjaga pasokan air sehingga pelaksanaan Musim Tanam Ketiga (MT3) tetap membuahkan hasil.
Ketua Kelompok Tani Budi Luhur, Karyono mengatakan keberhasilan MT3 berawal dari keberanian dan kekompakan para petani untuk mencoba menerapkan pola tanam pada musim kemarau.
“Yang pertama kita harus berani melangkah ke depan. Selanjutnya kita juga harus mengajak dan menyemangati para anggota supaya mau menerapkan MT3,” ujarnya, Rabu, 1 Juli 2026.
Karyono mengakui bahwa tantangan terbesar dalam pelaksanaan MT3 adalah ketersediaan air. Sehingga untuk mengatasinya, kata dia, para petani membangun embung dan membuat tanggul manual di aliran sungai agar air tidak langsung mengalir ke laut, melainkan dapat dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian.
“Air sungai kita tahan dulu dengan membuat tanggul manual, sehingga bisa dialirkan ke lahan pertanian. Alhamdulillah tanaman yang sudah berumur sekitar 30 hari kondisinya bagus,” katanya.
Saat ini sekitar 50 hektare sawah di Desa Mojorembun telah memasuki masa tanam MT3. Pasokan air juga terbantu dari aliran Sungai Randugunting yang beberapa kali mengalir sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengairi sawah.
Selain memanfaatkan sumber air yang ada, petani juga menggunakan bantuan pompanisasi dari pemerintah pusat untuk mengalirkan air sungai ke lahan pertanian. Menurut Karyono, metode tersebut telah dua kali diterapkan dan terbukti mampu mendukung keberlangsungan MT3.
Karyono juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) yang secara rutin memberikan pendampingan kepada kelompok tani.
“Sering datang memberikan edukasi, arahan, dan juga mengusulkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan). Dukungan itu membuat petani semakin semangat menjalankan MT3,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, mengatakan keberhasilan MT3 di Desa Mojorembun menunjukkan bahwa kolaborasi antara petani dan pemerintah mampu menjaga produktivitas pertanian meski memasuki musim kemarau.
Menurut Agus, Dintanpan terus mendorong optimalisasi pemanfaatan sumber air melalui pompanisasi, embung, dan pengelolaan irigasi agar lahan pertanian tetap dapat ditanami. Pendampingan kepada kelompok tani juga terus dilakukan melalui penyuluh pertanian agar pelaksanaan MT3 berjalan optimal.
“Kami akan terus mendukung program pemerintah pusat dalam meningkatkan indeks pertanaman. Semangat petani harus terus dijaga dengan pendampingan, bantuan sarana pertanian, serta pemanfaatan sumber air yang ada agar produksi pangan di Kabupaten Rembang tetap terjaga,” kata Agus.
Ia berharap semakin banyak kelompok tani di Kabupaten Rembang yang mengikuti keberhasilan Kelompok Tani Budi Luhur sehingga target peningkatan produksi padi melalui program MT3 dapat tercapai sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Sekar































