REMBANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang masih menghadapi pekerjaan rumah dalam menekan porsi belanja pegawai. Pada tahun anggaran 2026, belanja pegawai diperkirakan masih berada di angka sekitar 44 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sementara angka tersebut masih terpaut sekitar 14 persen dari batas maksimal 30 persen yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemkab Rembang. Sejumlah langkah mulai disiapkan, di antaranya memanfaatkan jumlah aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa pensiun serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur belanja di setiap organisasi perangkat daerah (OPD).
Wakil Bupati Rembang, Hanies Cholil Barro’ mengatakan evaluasi anggaran tidak hanya mengandalkan data dari sistem aplikasi, tapi juga akan dianalisis lebih mendalam agar kondisi riil di lapangan dapat diketahui secara akurat.
“Ya kita analisa lebih konkret lagi, tidak hanya berdasarkan aplikasi atau yang ditinggal sama OPD-OPD itu. Evaluasi-evaluasi semacam ini sangat efektif saya kira. Apalagi nanti kalau memang ada yang perlu diperjelas detailnya, nanti kita akan panggil kepala OPD,” ujar Hanies, Senin, 29 Juni 2026.
Di sisi lain, Bupati Rembang, Harno mengakui bahwa upaya menurunkan belanja pegawai hingga 30 persen bukan hal yang mudah. Ia menyebut, banyaknya ASN yang memasuki masa pensiun memang dapat membantu mengurangi beban belanja pegawai, namun belum cukup untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
“Itu adalah PR kami, kemarin hanya opsinya kita tahun ini ada pensiun berapa, tahun besok ada berapa, jumlah pensiunnya cukup lumayan. Dengan adanya pensiun yang banyak itu juga bisa mengurangi,” urainnya.
“Ternyata untuk bisa 30 persen memang sangat berat. Ini masih menunggu solusi pusat, kita dengan segala pertimbangan kebutuhan dan lain sebagainya mengambil sikap yang paling memungkinkan, walaupun belum bisa maksimal karena semuanya masuk di belanja-belanja,” pungkas Harno.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Sekar



























