KENDAL, Lingkarjateng.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kendal terus memperkuat upaya menjaga kerukunan antarumat beragama melalui penguatan kelembagaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Selain itu, Badan Kesbangpol Kendal juga memfasilitasi pembentukan organisasi bagi generasi muda lintas agama, yakni Gerakan Muda (GM) FKUB.
Kepala Badan Kesbangpol Kendal, Alfebian Yulando, menyampaikan bahwa pengurus FKUB Kabupaten Kendal periode 2026–2030 yang diketuai Sajidin Noor telah resmi dilantik pada Maret 2026. Setelah pelantikan tersebut, FKUB langsung bergerak memperkuat perannya di tengah masyarakat.
“Saat ini FKUB sedang membentuk Gerakan Muda FKUB yang anggotanya merupakan perwakilan anak-anak muda dari berbagai agama di Kabupaten Kendal. Gerakan ini menjadi sayap organisasi FKUB untuk melibatkan generasi muda dalam menjaga dan merawat kerukunan,” ujarnya.
Febi mengharapkan keberadaan GM FKUB mampu menjadi ruang dialog dan kolaborasi bagi generasi muda lintas agama sehingga nilai-nilai toleransi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.
Pihaknya pun mengapresiasi FKUB Kendal yang terus aktif dalam berbagai kegiatan yang memperkuat harmonisasi antarumat beragama. Salah satunya dengan berpartisipasi dalam kegiatan Safari Ramadan bersama Bupati Kendal serta mengikuti doa bersama lintas agama sebagai bentuk kebersamaan dan toleransi.
“FKUB ini terus melaksanakan pesan dan harapan aibu Bupati, yaitu FKUB dapat menjadi ruang konsolidasi yang akan menjaga kerukunan dan keberagaman umat beragama di Kendal,” ungkap Febi.
Menurutnya hal ini dibuktikan dengan adanya kegiatan rutin “Ngopi Bareng” setiap Jumat pertama di awal bulan. Forum diskusi santai ini menghadirkan tokoh lintas agama, unsur Forkopimda, Forkopimcam, komunitas Gusdurian, serta berbagai elemen masyarakat.
“Melalui forum tersebut, para peserta berdiskusi mengenai isu-isu yang berkembang di masyarakat sekaligus menyusun berbagai program yang bertujuan memperkuat kerukunan, menjaga persatuan, dan membangun kebersamaan di Kabupaten Kendal,” lanjutnya.
Selain itu, pihaknya juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, FKUB, tokoh agama, dan generasi muda dapat terus menjaga kondusivitas daerah, sehingga Kabupaten Kendal tetap menjadi wilayah yang harmonis, toleran, dan damai di tengah keberagaman. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa




























