BATANG, Lingkarjateng.id – Kabupaten Batang menjadi tuan rumah Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Jawa Tengah 2026. Kompetisi yang diselenggarakan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Batang ini berlangsung di Hutan Kota Rajawali (HKR) Batang pada 25–28 Juni 2026.
Ajang tersebut diikuti ratusan atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah dan menjadi bagian dari pembinaan serta penjaringan atlet menuju tingkat nasional.
Ketua Harian FPTI Batang, Afif Riyanto, mengatakan total peserta yang tercatat pada hari pertama mencapai 303 atlet dari berbagai klub dan pengurus FPTI daerah.
“Jumlah peserta yang mengikuti Kejurprov tahun ini sebanyak 303 atlet dari berbagai klub dan pengurus FPTI kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Kompetisi mempertandingkan 16 nomor perlombaan yang terbagi dalam beberapa kelompok umur, mulai dari kategori anak-anak usia 7 tahun hingga kategori senior di atas usia 17 tahun,” jelasnya.
Ia menjelaskan, nomor yang dipertandingkan meliputi kategori speed dan lead yang menjadi andalan dalam cabang olahraga panjat tebing. Hasil kejuaraan ini juga akan menjadi dasar pemeringkatan atlet Jawa Tengah sebagai bahan seleksi menuju Kejuaraan Nasional tahun berikutnya.
Sebagai tuan rumah, Kabupaten Batang turut menurunkan atlet terbaiknya, termasuk dua atlet binaan utama serta sekitar 16 hingga 17 atlet dari berbagai klub lokal.
Afif berharap kejuaraan ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Batang untuk menekuni olahraga panjat tebing, terlebih dengan adanya sosok atlet dunia asal daerah tersebut, Khatibin, yang telah mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang internasional.
“Semoga kejuaraan ini bisa menginspirasi anak-anak Batang untuk mengikuti jejak Mas Khatibin dan melahirkan atlet-atlet berprestasi berikutnya,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Batang, Suyono, yang membuka kejuaraan menegaskan pentingnya pengembangan potensi generasi muda sebagai aset bangsa.
“Saya selalu menyampaikan, bahwa aset terbesar bangsa adalah bakat dan kemampuan para pemudanya. Kalau para pemuda mempunyai bakat yang hebat, pastikan negeri ini akan menjadi negeri yang hebat,” tuturnya.
Ia berharap atlet Batang mampu bersaing dengan daerah lain serta terus meningkatkan prestasi. Menurutnya, keberhasilan Khatibin menjadi bukti bahwa pembinaan yang tepat dapat melahirkan atlet berprestasi hingga tingkat internasional.
“Sekarang Kabupaten Batang juga sedang mempersiapkan atlet-atlet muda agar bisa menjadi Khatibin berikutnya dan membawa nama harum Kabupaten Batang,” tegasnya.
Suyono juga menekankan pentingnya pembinaan karakter bagi atlet muda, termasuk nilai kejujuran, integritas, dan sportivitas.
“Didiklah anak-anak ini dengan baik, ajarkan tentang kejujuran dan sportivitas. Dengan integritas dan sportivitas yang tinggi, mereka akan menjadi pejuang-pejuang yang bermartabat dan mampu meraih prestasi dengan cara yang terhormat,” imbuhnya.
Ia turut mengingatkan juri agar menjalankan tugas secara profesional dan objektif demi menghasilkan kompetisi yang adil dan berkualitas.
“Juri harus menjadi juri yang profesional dan berintegritas sehingga mampu melahirkan juara-juara terbaik dengan sportivitas yang tinggi,” ujarnya.
Jurnalis: Humas Pemkab Batang
Editor: Rosyid































