KUDUS, Lingkarjateng.id – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Muharam 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Meski demikian, terdapat perbedaan penetapan awal tahun baru Islam di sebagian kalangan masyarakat.
Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kudus, Shony Wardana, mengajak seluruh umat Islam untuk menyikapi perbedaan tersebut dengan bijaksana dan penuh penghormatan.
Menurutnya, perbedaan yang terjadi dalam penentuan awal bulan dalam kalender Hijriah merupakan bagian dari dinamika kehidupan umat Islam yang harus disikapi secara dewasa.
“Jika terdapat sebagian masyarakat yang berbeda dengan ketetapan tersebut, mari kita sikapi dengan baik. Kita hargai perbedaan itu sebagai rahmat. Dengan adanya perbedaan dan keberagaman, justru menempa kedewasaan kita sebagai umat Islam untuk senantiasa bersatu, saling menghargai, dan saling menghormati,” ujar Shony Wardana, Selasa, 16 Juni 2026.
Ia menegaskan bahwa keberagaman bukanlah alasan untuk memperuncing perbedaan, melainkan menjadi kekuatan yang memperkaya kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, persatuan umat harus tetap dijaga di tengah beragam pandangan yang ada.
“Pelangi tampak indah karena terdiri dari beragam warna. Begitu pula kehidupan kita yang memang diciptakan dalam keberagaman. Perbedaan hendaknya menjadi sarana untuk memperkuat ukhuwah dan mempererat persaudaraan,” katanya.
Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, lanjut Shony, juga menjadi saat yang tepat untuk melakukan refleksi diri serta meningkatkan kontribusi positif bagi masyarakat.
Mengusung tema ‘Peaceful Muharram: Menebar Maslahat, Menguatkan Umat’, Kementerian Agama mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan pergantian tahun hijriah sebagai momentum menyebarkan kedamaian, memperkuat kerukunan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
“Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Mari kita rayakan pergantian tahun ini dengan menebarkan maslahat, menguatkan umat, menjaga kedamaian, merawat lingkungan, dan memperkokoh kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid
































