BLORA, Lingkarjateng.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora mendorong Pemerintah Kabupaten Blora menyusun kajian terkait potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diperoleh dari sumur minyak rakyat di wilayah setempat.
Hal itu disampaikan setelah ada audiensi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Blora, Senin, 8 Juni 2026.
Wakil Ketua DPRD Blora, Lanova Candra Tirtaka, mengaku resah terhadap operasional sumur minyak rakyat di Blora. Menurutnya, Kabupaten Blora selama ini hanya menjadi penonton sumur minyak yang selama ini ilegal atau baru diresmikan oleh pemerintah pusat.
“Pada dasarnya, keresahan yang disampaikan teman-teman HMI juga menjadi keresahan kami di DPRD dan masyarakat. Bagaimana sumber daya alam yang ada dapat menjadi daya tarik sekaligus memberikan nilai tambah melalui optimalisasi yang berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Lanova.
Menurut Lanova, dalam audiensi tersebut juga dibahas berbagai kemungkinan masukan terhadap Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025.
Masukan tersebut diharapkan dapat membuka peluang agar daerah memperoleh manfaat yang lebih besar dari potensi sumber daya yang dimiliki.
“Kami sedang merumuskan langkah-langkah untuk mendorong pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, agar ada celah atau peluang yang bisa dimanfaatkan demi menambah PAD Kabupaten Blora. Terutama di tengah kondisi fiskal daerah yang cukup berat,” katanya.
Selain itu, Lanova juga menyoroti ketidakhadiran pihak BUMD dalam audiensi tersebut. Ia menilai kehadiran BUMD sangat penting mengingat perusahaan daerah memiliki peran strategis dalam pengelolaan potensi ekonomi daerah.
“Kami menyayangkan BUMD tidak hadir dalam kegiatan ini. Padahal ini merupakan forum yang baik untuk membahas bagaimana BUMD bisa berkembang dan berperan lebih besar, sebagaimana UMKM maupun koperasi yang telah menunjukkan kontribusinya,” tegasnya.
Meskipun demikian, ia menyatakan DPRD Blora berencana memanggil pihak BUMD untuk membahas langkah-langkah konkret dalam mengelola potensi yang ada, baik yang sudah maupun yang belum dimanfaatkan secara optimal.
“Kami perlu mendorong transformasi BUMD agar menjadi lebih profesional dan mampu menjadi pemain besar di Kabupaten Blora. Harapannya, BUMD dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah yang mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD,” pungkasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Sekar





























