KUDUS, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus resmi meluncurkan atau me-launching logo Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus dalam Festival Tari Lajur Caping Kalo yang digelar di Alun-alun Simpang Tujuh, Minggu, 24 Mei 2026. Peluncuran tersebut sekaligus memperkenalkan tagline “Urup Nguripi” sebagai semangat perayaan tahun ini.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengatakan, “Urup Nguripi” dipilih karena dinilai merepresentasikan watak masyarakat Kudus yang religius, pekerja keras, dan memiliki semangat kewirausahaan yang kuat.
“Segala yang urup itu nguripi kehidupan masyarakat Kudus. Ini menjadi representasi semangat masyarakat Kudus yang terkenal dengan filosofi Gusjigang,” ujarnya di Pendopo Kabupaten Kudus.
Dalam logo Hari Jadi ke-477 tersebut, sejumlah elemen khas Kudus dipadukan menjadi bentuk angka 477. Ornamen yang ditampilkan antara lain simbol api, gerbang, menara, masjid, hingga tugu rokok.
Sementara itu, dominasi warna oranye, biru, dan hijau menggambarkan harmoni serta persatuan masyarakat Kudus di tengah keberagaman budaya dan agama.
Menurut Sam’ani, simbol api dipilih sebagai elemen utama karena melambangkan semangat kehidupan dan energi masyarakat Kudus dalam berkarya.
“Api ini simbol semangat bersama. Semangat bekerja, berkarya, dan menghidupi masyarakat Kudus,” katanya.
Ia menambahkan, tagline “Urup Nguripi” juga menegaskan identitas Kudus yang dikenal sebagai Kota Kretek, Kota Industri, Kota Santri, hingga Kota Empat Negeri.
Identitas tersebut lahir dari sejarah panjang percampuran budaya Jawa, Tionghoa, Arab, dan Eropa yang membentuk karakter masyarakat Kudus.
Selain itu, sektor industri rokok dan investasi disebut menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah yang menopang kehidupan masyarakat.
Dalam simbol api pada logo juga terdapat motif ukiran gebyok khas Kudus. Ornamen tersebut menjadi penanda bahwa Kudus memiliki warisan seni ukir yang tetap terjaga hingga sekarang.
“Walaupun ukir identik dengan Jepara, Kudus juga punya ukir khas, terutama gebyok yang banyak ditemukan di rumah-rumah,” kata Sam’ani.
Melalui tema “Urup Nguripi”, Pemkab Kudus berharap peringatan Hari Jadi ke-477 menjadi momentum untuk mendorong kemajuan daerah di berbagai bidang, mulai ekonomi, sosial, hingga budaya.
Sam’ani menargetkan sejumlah indikator pembangunan daerah dapat terus membaik, seperti penurunan angka kemiskinan, stunting, pengangguran, serta penguatan pelestarian budaya lokal agar semakin dikenal hingga tingkat internasional.
Jurnalis: Mohammad Fahtur Rohman
Editor: Rosyid
































