Blora (lingkarjateng.id) – Puluhan ekor kambing milik seorang peternak di Kecamatan Jepon, Blora ludes terjual menjelang Idhul Adha 1447 Hijriah atau hari raya kurban yang tinggal hitungan hari lagi. Hewan kurban tersebut laku terjual dan dibeli dari Jakarta dan Jawa Timur.
Qodam Maulana, peternak kambing di Desa Geneng, Kecamatan Jepon, mengaku optimistis melihat permintaan akan kambing untuk hewan kurban yang begitu melonjak mendekati hari raya Idul Adha.
Saat ini, sebanyak 40 ekor kambing miliknya telah laku terjual. Padahal, waktu penjualan masih cukup panjang. “Tahun kemarin total terjual 45 ekor. Sekarang sudah 40 ekor dan saya masih optimistis bisa bertambah karena masih ada waktu,” ujar Qodam, Jumat (22/05/2026).
Qodam mengungkapkan saat ini permintaan tertinggi dari luar daerah, seperti Jakarta dan Gresik. Selain itu, permintaan pasar lokal Blora.
Sedangkan untuk harga jual kambing miliknya cukup bervariasi, kisaran mulai Rp3,5 juta hingga Rp4 juta per ekor. Namun, pembeli paling banyak mencari kambing di kisaran harga Rp3 jutaan.
Menurutnya, meski harga kambing tahun ini cenderung mahal, minat masyarakat untuk berkurban tetap tinggi.
“Permintaan dari Jakarta Satu dan Kabupaten Gresik Satu. Untuk Harga memang masih mahal sekarang untuk, tapi peminat menjelang Idul Adha masih banyak,” katanya.
Untuk menarik pembeli, ia juga memberikan sejumlah fasilitas tambahan. Diantaranya biaya perawatan hingga pengiriman kambing menjelang hari H penyembelihan.
Sistem pembayaran pun dibuat fleksibel. Pembeli bisa membayar uang muka terlebih dahulu, maupun langsung melunasi sesuai kesepakatan.
Qodam mengaku sebagian besar kambing diperoleh langsung dari petani. Sisanya diambil dari pasar hewan. Ia sengaja tidak mengisi kandang terlalu awal agar tidak terbebani biaya pakan yang membengkak.
“Kalau isi kandang dari awal terlalu lama, rugi di ongkos pakan,” ucapnya.
Lebih lanjut setiap hari, pihaknya harus mengeluarkan biaya pakan sekitar Rp150 ribu untuk 30 ekor kambing. Pakan yang diberikan berupa polar, ampas tahu, tak lupa kambing juga di beri obat obatan agar sehat.
Kendati demikian, Qodam tetap mengambil keuntungan berkisar Rp300 ribu per ekor. Pasalnya hal itu mempertimbangkan risiko selama masa pemeliharaan.
“Kalau ada apa-apa di kambing, risikonya di kami. Jadi ketika menjelang Hari H kambingnya sakit atau apa kita harus siap ganti,” tandasnya. ***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Redaksi































