PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan meraih penghargaan sebagai daerah dengan pertumbuhan realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tertinggi di Jawa Tengah tahun 2025. Capaian ini berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan Sukirman dalam ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) dan UMKM Gayeng 2026 di PO Hotel Semarang, Senin, 11 Mei 2026.
Data menunjukkan lonjakan signifikan realisasi investasi PMDN di Kabupaten Pekalongan. Pada 2024, nilai investasi tercatat sebesar Rp61.426,17 juta, kemudian meningkat drastis menjadi Rp431.038,65 juta pada 2025 atau tumbuh sebesar 601,72 persen.
Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah, melampaui sejumlah daerah lain. Kabupaten Temanggung mencatat pertumbuhan 167,68 persen, Kota Salatiga 160,67 persen, Kabupaten Blora 115,36 persen, dan Kabupaten Magelang 101,23 persen.
Plt Bupati Pekalongan Sukirman menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Ia menilai pertumbuhan investasi tidak lepas dari kontribusi pelaku usaha, khususnya sektor UMKM yang terus berkembang dan menjadi penggerak ekonomi daerah.
Selain itu, Pemkab Pekalongan juga berkomitmen untuk terus memperkuat iklim investasi yang sehat serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui pengembangan sektor UMKM.
“Alhamdulillah, kami mendapatkan penghargaan ini. Tentu ini menjadi spirit bagi kami untuk terus meningkatkan peran UKM dan UMKM dalam menumbuhkembangkan perekonomian yang ada di Kabupaten Pekalongan,” ujar Sukirman.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar































