PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan Sukirman menyatakan dukungan penuh terhadap Misi Kampanye Sungai Bersih yang digelar di wilayah Pekalongan Raya bersama Gubernur Jawa Tengah, Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya sungai.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Fun Run yang diikuti Gubernur Jawa Tengah, Wali Kota Pekalongan, Plt Bupati Pekalongan, Forkopimda, serta masyarakat umum. Peserta menempuh jarak sekitar 3 hingga 4 kilometer, dimulai dari Lapangan Mataram Kota Pekalongan dan berakhir di Museum Batik Kota Pekalongan.
Usai kegiatan olahraga, para peserta langsung melanjutkan aksi bersih-bersih sungai sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan.
Sukirman menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye lingkungan yang diinisiasi komunitas internasional Sungai Watch, yang digagas oleh tiga bersaudara asal Prancis.
“Jadi, ini program dari aktivis-aktivis lingkungan, aktivis-aktivis sungai yang menamakan dirinya Sungai Watch. Mereka dari Prancis, ada tiga bersaudara: Gary, Sam, dan Kelly. Lalu kemudian disambut oleh Pak Gubernur Jawa Tengah yang memang rutenya itu dari Bali ke Jakarta,” ujar Sukirman.
Ia menambahkan, setiap daerah yang disinggahi komunitas tersebut selalu diisi dengan aksi bersih sungai sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat.
“Dan setiap daerah yang dikunjungi, mereka kemudian membersihkan sampah dan itu memberi contoh kepada kita semua. Dan kita juga ikut kemudian membersihkan sampah di sungai-sungai yang kita miliki sebagai kemudian dorongan kepada masyarakat untuk kita berperilaku yang sama,” lanjutnya.
Menurut Sukirman, kegiatan Fun Run juga menjadi sarana membangun budaya hidup sehat dan mempererat kebersamaan masyarakat.
“Untuk lari ini hanya agar kita sehat, hanya untuk gembira begitu dan semoga ini terus menjadi budaya kita untuk lari,” katanya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan membuka peluang kerjasama lanjutan dengan Sungai Watch dalam menangani persoalan sampah sungai, khususnya di wilayah Pantura.
“Ya, tentu setelah ini kita akan mem-follow up kepada mereka bertiga ini. Saya yakin jaringan mereka adalah untuk konsentrasi ke sungai ini. Pasti kita akan juga tentu saja membuat program bareng dengan mereka nanti bentuknya seperti apa,” ungkapnya.
Sukirman menilai persoalan sampah sungai di kawasan Pantai Utara Jawa sudah cukup merata dan memerlukan kolaborasi lintas pihak untuk penanganannya.
“Karena tentu saja hampir merata di daerah Pantura kita ini problem sungai yang ada sampahnya sangat merata dan memprihatinkan,” pungkas Sukirman.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar































