Blora (lingkarjateng.id) – Pengadaan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (pemkab) Blora belum dapat dipastikan hingga tahun anggaran 2027, setelah rekrutmen terakhir dilakukan pada tahun 2024 silam.
Kepala BKPSDM Blora, Heru Eko Wiyono, mengatakan rekrutmen tahun ini hingga tahun depan belum bisa dipastikan. Pasalnya semua bisa dilakukan sesuai instruksi pemerintah pusat, meskipun didalam tahun anggaran berjalan.
“CPNS tahun 2026 belum dipastikan, bisa dilakukan tahun anggaran berjalan. Renbut (rencana kebutuhan) kita sudah ada, eksisting berapa, yang masih ada berapa. Semisal ada instruksi dari pusat langsung diadakan,” terang Heru, Jumat (27/02/2026).
Lebih lanjut, bila ada instruksi dari pemerintah pusat, maka akan dilakukan analisis beban kerja (ABK). Sehingga nanti akan muncul angka kebutuhan prioritas dalam pengadaan CPNS tersebut. “Nanti ada OPD akan diundang lagi untuk update (pembaharuan) data Renbut,” katanya.
Diungkapkan, tahun sebelumnya Pemkab Blora menuntaskan tenaga honorer, hingga dilakukan-nya pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja paruh waktu (PPPK-Pw). Sehingga rekrutmen CPNS terakhir dilakukan pada tahun 2024.
“Terakhir tahun anggaran 2024, Formasi nya 208, yang masuk 197. Lalu terdapat 11 formasi tidak ada yang mendaftar,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kekosongan itu sudah di isi dengan rekrutmen sendi biaya dari Badan layanan umum daerah (BLUD) rumah sakit. Karena mayoritas dari kebutuhan untuk dokter spesialis. “Untuk mencukupi tenaga teknis ada yang kita sekolahkan,” sambung Heru.
Ditambahkan, saat ini pihaknya juga masih menunggu regulasi terhadap rekrutmen tenaga guru, apakah akan tetap menggunakan sistem PPPK atau memiliki potensi diadakan CPNS guru.
“Belum diketahui itu (CPNS guru). Sementara ini banyak kepala sekolah yang diisi oleh Plt, bahkan beberapa sudah di isi oleh guru PPPK senior,” tambahnya.
Sebagai informasi, BKPSDM Blora mencatat ASN pensiun di lingkungan Pemkab Blora mencapai 700 pegawai setiap tahunnya. Hal itu menciptakan puluhan kekosongan jabatan struktural hingga ke pejabat tinggi tingkat kepala dinas, yang masih di isi oleh Plt. ***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Fian






























