PATI, Lingkarjateng.id – Warga Desa Wonorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, melakukan aksi penanaman pohon pisang di ruas jalan kabupaten setempat yang rusak, Minggu, 22 Februari 2026. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes karena jalan tersebut selama 6 tahun belum tersentuh perbaikan.
Warga Desa Wonorejo, Muhammad Jimat, mengungkapkan lubang-lubang besar menganga dan kondisi aspal yang hancur kerap memicu kecelakaan pengendara yang melintas.
“Di sini lubangnya terlalu parah, sudah dalam dan sudah banyak menimbulkan kecelakaan,” ujarnya.
Selain aksi protes, Jimat mengatakan warga setempat juga berinisiatif menambal lubang jalan menggunakan tanah uruk yang biayanya bersumber dari dana pribadi.
“Kita sebagai warga berinisiatif untuk melakukan pembenahan. Mungkin saja tidak sebagus yang diharapkan masyarakat, tapi setidaknya bisa membantu untuk kelancaran pengendara,” katanya.
Warga lain, Didik, membenarkan kerusakan jalan penghubung antara Kecamatan Wedarijaksa dan Tlogowungu sepanjang kurang lebih 3 kilometer tersebut sering memicu kecelakaan tunggal.
“Tetangga saya sendiri sampai sekarang masih koma dan belum sadar,” ucapnya.
Menurutnya, jalan tersebut selama ini hanya ditangani dengan tambal-sulam sehingga kembali rusak saat diguyur curah hujan tinggi.
Didik mengaku warga setempat telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada dinas terkait dan berharap adanya perbaikan menyeluruh. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut.
“Harapannya untuk diperbaiki supaya bisa bagus dan kualitasnya jangan yang jelek, paling nggak aspal hotmix,” pungkasnya.
Jurnalis: LingkarJatengGroup Network
Editor: Rosyid






























