DEMAK, Lingkarjateng.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Demak, Zayinul Fata, turut menyoroti bencana banjir yang kerap melanda wilayah Kota Wali setiap tahunya.
Ia berharap hal itu menjadi fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak untuk melakukan mitigasi agar bencana tersebut tidak terus terulang.
Menurut Zayin, proyek pembangunan infrastruktur ke depannya bisa terarah serta fokus pada mitigasi bencana.
“Sudah sering kali, setiap tahun, setiap musim penghujan tiba kita selalu dilanda musibah banjir. Ini adalah persoalan klasik, di mana tanggul sungai tidak kuat menampung derasnya debit air yang meluap,” katanya dalam kegiatan Musrenbang RPJMD, baru baru ini.
Menurutnya, mitigasi menjadi bagian penting untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir di Kabupaten Demak.
“Mitigasi bencana sebagai bagian dari titik keseriusan pemerintah daerah untuk melakukan upaya pencegahan dini yang selama ini melanda masyarakat kita,” ungkapnya.
Selain itu, politisi dari PKB itu juga menyoroti bencana banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Demak yang berdampak langsung pada para petani.
“Ribuan hektare sawah petani terendam oleh air, saya tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan masyarakat kita hari ini yang sangat pedih. Di tengah-tengah situasi mereka melangsungkan reproduksi pertanian malah bencana tiba, sehingga semua sektor pertanian lumpuh oleh genangan air,” bebernya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah harus turun langsung melihat kondisi masyarakat dan petani yang terdampak bencana banjir.
Ia pun berharap pemerintah dapat memberikan kompensasi kepada petani yang sawahnya terdampak banjir.
“Ini yang harus turun lapangan, tidak hanya bantuan beras, minyak goreng, atau indomie, tapi pemerintah harus hadir bagaimana lahan-lahan sawah milik petani yang tergenang air itu bisa diganti, bisa dikompensasi menjadi bagian dari jerih payah rakyat kita ini,” tandasnya.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid





























