KENDAL, Lingkarjateng.id – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Sendangkulon, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal dinilai perlu mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kendal.
SDN yang berlokasi di Dukuh Pening RT 05 RW 05, Desa Sendangkulon ini berada terpencil di pesisir pantai dengan jumlah murid secara keseluruhan hanya 28 murid dan terakreditasi C yang ditunjukkan pada sarana prasarana yang terbatas.
Akan tetapi, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengungkapkan sekolah dasar tersebut tidak memungkinkan dilakukan regrouping atau penggabungan.
Hal tersebut lantaran, jarak antara SDN 4 dengan SD lainnya terlalu jauh ditambah akses jalan yang kurang memadai. Sehingga jika dipaksakan, regrouping dapat memicu anak putus sekolah.
“Karena kalau regrouping itu sangat jauh, nanti malah ditakutkan anak-anak itu malah tidak pada sekolah. Sehingga pembelajaran tetap berjalan,” ujar Bupati Kendal saat meninjau SDN 4 Sendangkulon beberapa hari lalu.
Dalam kunjungannya tersebut, Bupati juga akan menindaklanjuti terkait fasilitas dan sarana prasarana yang masih minim di sekolah tersebut
“Tentunya ini menjadi perhatian serius dari kami, terutama untuk fasilitas-fasilitas yang tentunya sangat dibutuhkan nanti kami perhatikan,” tegasnya.
Kepala SDN 4 Sendangkulon, Siti Ma’rifah mengatakan di sekolah ini terdapat 28 siswa yang terdiri dari kelas 1 hanya dihuni 3 anak, kelas 2 terdapat 9 anak, kelas 3 terdapat 3 anak, kelas 4 hanya 1 anak, kelas 5 ada 7 anak dan kelas 6 ada 5 anak.
“Memang yang sekolah disini hanya warga Dukuh Pening saja. Jadi kalau pas ada kelahiran ya nanti nantinya ada penambahan siswa, tapi kalau tidak ada kelahiran ya berarti ada kelas yang kosong,” katanya.
Menurutnya, dengan keterbatasan murid dan kondisi bangunan sekolah yang masih terbatas, proses pembelajaran tetap dilakukan semaksimal mungkin sehingga anak-anak mendapatkan pendidikan yang sama dengan sekolah lainnya.
“Ruang kelas kami juga hanya ada 5, dan murid kelas 4 hanya ada 1 anak. Jadi digabung sementara, tapi pembelajarannya berbeda. Ya seperti privat karena hanya 1 murid,” bebernya.
Ia berharap usai kedatangan Bupati Kendal, sarana prasarana yang belum ada di SDN 4 dapat segera dilengkapi demi kelancaran proses belajar mengajar.
“Yang paling urgent sementara ini adalah kamar mandi. Kita tidak punya fasilitas kamar mandi, jadi kalau anak mau ke kamar mandi mereka harus pulang ke rumah masing-masing,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar




























