SALATIGA, Lingkarjateng.id – Sejumlah warga mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga segera merevitalisasi Terminal Tamansari. Selain itu warga juga memimnta agar pemkot menertibkan angkutan kota (angkot) yang ngetem di kawasan Bundaran Tamansari karena dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Seperti disampaikan Diah Sari (40), warga Kutowinangun, Kecamatan Tingkir, ia menyebut adanya angkot yang ngetem di kawasan Bundaran Tamansari tidak lepas dari buruknya kondisi Terminal Tamansari.
Menurut Diah, saat ini kondisi Terminal Tamansari sudah tidak representatif sehingga para pengemudi angkot tidak mau masuk terminal dan memilih ngetem di pinggir jalan.
“Kondisi ini harus segera diatasi agar tidak mengganggu arus lalu lintas dan kenyamanan pengguna jalan,” ujarnya baru-baru ini.
Selain itu, dirinya menilai urgensi revitalisasi terminal dinilai mendesak mengingat dampak yang ditimbulkan berupa terminal bayangan di kawasan Bundaran Tamansari cukup luas. Akibat kondisi tersebut, arus lalu lintas menjadi semrawut dan rawan kecelakaan lalu lintas.
Tak hanya itu, separuh medan Jalan Pemuda tepatnya sebelah sebuah mall juga tidak bisa dilewati pengguna jalan karena digunakan untuk ngetem angkutan umum.
“Penyebab kesemrawutan arus lalu lintas di kawasan Bundaran Tamansari adalah angkutan kota yang ngetem seenaknya sendiri. Untuk menertibkannya, pemkot harus membangun terminal yang layak,” ucapnya.
Warga lain, Jarot (36) mengatakan, revitalisasi Terminal Tipe C Tamansari perlu segera dilakukan. Revitalisasi ini lantaran, terminal tersebut sudah tidak mampu menampung banyak angkutan kota di Salatiga.
“Terminal Tamansari perlu direvitalisasi agar mampu menampung angkutan umum. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah (Pemkot Salatiga),” pungkasnya. (Lingkar Network | Angga Rosa – Koran Lingkar)
































