KAB. SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang menggelar “Kabupaten Semarang Bersholawat 2026” sebagai puncak peringatan Hari Jadi ke-505 yang jatuh pada 15 Maret lalu. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Klero, Kecamatan Tengaran, Sabtu, 11 April 2026, malam itu dipadati masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk generasi muda.
Acara tersebut menghadirkan KH Muhammad Ali Shodiqin atau yang dikenal sebagai Gus Ali Mafia Sholawat. Kehadirannya menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi kalangan anak muda yang tampak antusias mengikuti rangkaian sholawat.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang menjadi bagian dari peringatan hari jadi daerah. Ia menegaskan lokasi penyelenggaraan sengaja berpindah-pindah sebagai bentuk pemerataan kegiatan di seluruh wilayah.
“Kabupaten Semarang Bersholawat ini merupakan agenda tahunan dari Pemkab Semarang khusus untuk jadi rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Semarang, dan memang bisa digelar di berbagai wilayah di Kabupaten Semarang, seperti wilayah utara, tengah, bahkan kali ini di wilayah selatan Kabupaten Semarang,” ungkapnya sebelum acara dimulai.
Menurutnya, pelaksanaan di wilayah selatan, tepatnya di Kecamatan Tengaran, menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan kegiatan yang merata hingga ke wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan.
“Dan spesial di tahun ini di gelar di Kecamatan Tengaran, yang memang masuk di wilayah selatan Kabupaten Semarang dimana kami harap dengan digelarnya kegiatan kemasyarakatan ini tidak hanya di gelar di wilayah utara Kabupaten Semarang saja,” katanya.
Ia menambahkan, pemerataan kegiatan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat rasa kebersamaan masyarakat di seluruh wilayah.
“Ini merupakan salah satu wujud komitmen kami dimana kegiatan kemasyarakatan seperti Kabupaten Semarang Bersholawat ini bisa bergantian dapat diikuti seluruh warga kami, meski digelarnya bisa di sisi wilayah mana saja, termasuk di selatan ini,” bebernya.
Selain bernuansa religi, kegiatan ini juga dikaitkan dengan komitmen pemerataan pembangunan. Pemerintah daerah, kata dia, tengah mendorong percepatan pembangunan di wilayah selatan yang dinilai masih membutuhkan perhatian lebih.
“Ada rencana pembangunan Rumah Sakit Adhyaksa dan juga Akademi Inovasi Indonesia (AII) yang ada di Dusun Mulyorejo, Desa Barukan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Dan rencana pembangunan ini menjadi langkah awal dalam percepatan pembangunan di wilayah selatan ini,” tegasnya.
Selain itu, Program Strategis Nasional (PSN) Sekolah Rakyat juga direncanakan hadir di kawasan tersebut sebagai bagian dari penguatan sektor pendidikan.
“Tentu, kita semuanya berharap kemajuan pembangunan dan kesejahteraan di seluruh rakyat di Kabupaten Semarang ini akan merata terjadi di semua daerah di Kabupaten Semarang tentunya di usianya yang ke 505 tahun ini,” paparnya.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Rosyid































