Jepara (lingkarjateng.id) – Viral di media sosial sebuah video rekaman kamera CCTV yang memperlihatkan dugaan aksi pencurian oleh seorang asisten rumah tangga (ART). Peristiwa itu terjadi di rumah warga Desa Mayong Kidul, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Rabu (19/8).
Dalam rekaman tersebut, perempuan yang baru sehari bekerja sebagai ART tampak sedang membersihkan kamar tidur majikannya. Saat situasi rumah dalam kondisi sepi, perempuan itu terlihat membuka laci dan mengambil sejumlah uang.
Aksi tersebut diduga dilakukan sebanyak dua kali. Uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu kemudian tampak diselipkan di balik pakaian yang dikenakannya.
Dimintai konfirmasi, Kasatreskrim Polres Jepara AKP Andika Oktavian Saputra membenarkan adanya laporan dugaan pencurian tersebut. Korban diketahui berinisial MAF (29), warga RT 2/RW 3, Desa Mayong Kidul.
“TKP-nya di rumah korban di Desa Mayong Kidul. Kejadiannya pada Rabu, 19 Agustus 2026,” kata Andika dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).
Andika menjelaskan bahwa, korban dan perempuan yang diduga sebagai pelaku sebelumnya baru saling mengenal melalui media sosial Facebook. Pada pagi hari sebelum kejadian, istri korban menerima perempuan yang mengaku bernama Sri Wahyuningsih untuk bekerja sebagai ART.
Setelah terjadi kesepakatan, perempuan tersebut langsung mulai bekerja di rumah korban pada hari yang sama. Ia bekerja hingga sekitar pukul 16.00 WIB. “Baru kenal dari Facebook. Hari itu juga langsung kerja di rumah korban,” ungkapnya.
Sekitar pukul 17.00 WIB, lanjut Andika, korban menyadari uang yang sebelumnya disimpan di dalam laci kamar telah hilang. Pasangan suami istri tersebut kemudian mengecek rekaman CCTV yang terpasang di rumah.
Dari rekaman itu, korban melihat dugaan aksi pencurian yang dilakukan perempuan tersebut. Korban kemudian berusaha menghubunginya, namun nomor telepon yang sebelumnya digunakan sudah tidak aktif. “Korban kehilangan uang sebesar Rp10-15 juta,” ujarnya.
Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta keberadaan perempuan yang diduga membawa kabur uang milik korban.
Andika mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menerima orang yang baru dikenal untuk bekerja di rumah, terlebih jika perkenalan dilakukan melalui media sosial. “Apalagi kenal di media sosial. Harus ekstra berhati-hati dan waspada,” tegasnya.***
Jurnalis : Tomi Budianto
Editor : Redaksi




























