SEMARANG, Lingkarjateng.id – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Haerudin menuturkan, pencairan dana untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 selesai dilakukan. Sementara pencairan tahap kedua akan dilakukan pada 10 Juni 2024 mendatang.
“Kami cek memang semua kabupaten/kota sudah selesai melakukan pencarian tahap pertama. Lalu di tahap kedua pada 10 Juni,” ujarnya usai menghadiri rapat koordinasi (rakor) Dukungan Elemen Satuan Kerja (DESK) Pilkada Serentak Tahun 2024 Provinsi Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa, 26 Maret 2024.
Terkait pembagian anggaran pelaksana Pilkada 2024, lanjutnya, KPU Provinsi Jateng mendapat bagian Rp 790 miliar, sementara Bawaslu Rp 193 miliar, Polda Rp 60 miliar, dan Kodam Rp 7 miliar. Hal ini sudah ditetapkan dalan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah beberapa waktu lalu.
Selain dana, pihaknya juga telah berupaya untuk menekan dan melakukan pencegahan dini soal kemungkinan gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat. Termasuk mengatasi mitigasi konflik dan dinamika politik lokal.
Selanjutnya, persiapan Pilkada 2024 ini juga melibatkan jumlah partisipasi pemilih. Ia menargetkan, pada Pilkada Serentak 2024 di Jateng target pemilihnya rata-rata mencapai 82,59 persen.
“Namun masih ada beberapa kabupaten/kota yang menjadi PR (pekerjaan rumah) karena partisipasinya di bawah 80 persen, seperti di Kabupaten Brebes, Pemalang, Kabupaten. Yang masih di bawah 70 persen, kami tekankan untuk mendongkrak partisipasi supaya meningkat. Karena salah satu indikator suksesnya pemilu yaitu tingkat partisipasi yang tinggi,” jelas Haerudin.
Untuk itu, pihaknya terus melakukan pendalaman agar partisipasi pemilih meningkat. Ia menilai, salah satu faktornya yakni banyak pemilih yang kerja di luar daerah, dan ketika waktu pemungutan suara tidak bisa pulang. (Lingkar Network | Rizky Syahrul – Lingkarjateng.id)































