SEMARANG, Lingkarjateng.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat peningkatan infrastruktur jalan di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa, khususnya ruas Semarang-Demak. Badan jalan di kawasan Kaligawe ditinggikan hingga satu meter untuk mengantisipasi genangan rob sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas menjelang libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan peningkatan kualitas jalan nasional menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk menjaga konektivitas antardaerah dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Kementerian PU terus melakukan penanganan dan peningkatan kualitas jalan nasional, terutama pada jalur strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pekerjaan peningkatan jalan Semarang-Demak ditargetkan rampung pada 15 Desember 2026.
Salah satu pekerjaan utama adalah peninggian badan Jalan Kaligawe arah Demak setinggi satu meter dengan panjang penanganan 1,12 kilometer.
Selain itu, Kementerian PU juga menangani ruas Simpang Tiga Trengguli hingga batas Kabupaten Demak-Kudus sepanjang 2,50 kilometer.
Pekerjaan di ruas tersebut meliputi perbaikan badan jalan, penghamparan lapis perkerasan (layer 2), pengecoran beton, hingga pelebaran bahu jalan pada sejumlah titik yang membutuhkan peningkatan kapasitas.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta, Moch Iqbal Tamher, menyampaikan bahwa pengerjaan di kawasan Kaligawe terus berlangsung.
“Pelaksanaan pekerjaan jalan di ruas Kaligawe arah Semarang telah dimulai. Pengecoran rigid beton FS 45 sudah terlaksana 1.000 meter kubik dari total 4.800 meter kubik. Pelaksanaan pekerjaan di Kaligawe juga terus dikoordinasikan dengan Lantas Semarang agar arus lalu lintas tetap lancar dan terkendali,” ujarnya.
Tak hanya memperkuat badan jalan, penanganan kawasan Kaligawe juga mencakup pembangunan infrastruktur pengendalian banjir.
Salah satunya melalui pemasangan turap beton atau Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) sepanjang delapan meter di sisi Sungai Tenggang. Struktur tersebut berfungsi memperkuat tebing sungai sekaligus mendukung pengendalian air di kawasan tersebut.
Iqbal mengatakan Kementerian PU juga membangun sodetan permanen di kawasan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) untuk mempercepat aliran air dari badan jalan.
Saluran sepanjang sekitar 228 meter itu memiliki lebar empat meter dan kedalaman 2,5 meter. Air dari Jalan Nasional Kaligawe akan dialirkan menuju Kolam Retensi Unissula, kemudian dipompa ke Kolam Retensi Terboyo.
Adapun Kolam Retensi Terboyo merupakan bagian dari sistem pengendalian banjir di kawasan Semarang. Infrastruktur tersebut memiliki tanggul sepanjang 6,55 kilometer dengan luas layanan sekitar 189 hektare.
Fasilitas itu didukung enam pompa axial vertical berkapasitas masing-masing lima meter kubik per detik serta dua pompa submersible dengan kapasitas masing-masing 500 liter per detik.
Melalui berbagai pekerjaan tersebut, Kementerian PU menargetkan kondisi jalan nasional di kawasan Kaligawe serta ruas Trengguli-Demak/Kudus semakin siap menghadapi peningkatan volume kendaraan selama libur akhir tahun.
“Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU dalam menghadirkan infrastruktur jalan yang lebih andal, aman, dan mendukung kelancaran perjalanan masyarakat,” pungkas Iqbal.
Jurnalis: Ant
Editor: Muslichul Basid





























