Semarang (lingkarjateng.id) – Kabel jaringan internet di Kota Semarang yang semrawut kembali memakan korban. Peristiwa tersebut dialami Wisnu saat melaju dari arah Mijen menuju Gunungpati.
Warga Pakintelan, Kecamatan Gunungpati ini, terjatuh dari sepeda motor usai motornya tersangkut kabel WiFi yang melintang di tengah dan tidak terlihat oleh korban. Saat melintas, kabel tiba-tiba tersangkut pada sepeda motor dan tubuhnya.
Keseimbangan kendaraan pun hilang hingga Wisnu terjatuh dan tersungkur di badan jalan. “Saya tidak tahu sama sekali kalau ada kabel WiFi. Tiba-tiba saat melintas ada yang nyangkut ke motor dan tubuh, lalu saya terjatuh,” ujar Wisnu.
Beruntung, korban hanya mengalami luka pada bagian kaki. Cedera yang dialaminya tidak sampai menimbulkan luka serius. “Untung jalannya pelan. Coba kalau kencang, bisa lebih fatal,” ujarnya.
Wisnu menilai kondisi kabel internet yang tidak tertata dan menjuntai hingga badan jalan sudah sangat membahayakan pengguna jalan. “Ini parah banget. Sangat mengganggu pengendara yang melintas,” keluhnya.
Tak hanya kabel yang melintang di jalan, Wisnu juga menyoroti banyaknya tiang jaringan internet yang berdiri di kawasan permukiman.
Menurutnya, keberadaan tiang dan kabel yang semakin banyak tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga memunculkan persoalan terkait pemasangan jaringan di sejumlah lokasi.
“Apalagi pemasangan tiang WiFi di lahan orang pribadi. Awal mula cuma satu, lama-lama semakin banyak dan merusak pemandangan di kampung,” katanya.
Disisi lain, persoalan kabel fiber optik yang semrawut tersebut mendapat perhatian Pemkot Semarang. nKepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Semarang, Didik Dwi Hartono, mengakui penataan kabel jaringan bukan perkara mudah.
Salah satu kendalanya adalah jumlah pemilik jaringan yang cukup banyak sehingga tidak semua kabel mudah diketahui pemiliknya. “Jumlah pemilik kabel fiber optik itu di Semarang itu banyak sekali. Jadi, kami memang ada semacam asosiasi, tapi kadang-kadang kita ini kabelnya siapa saja juga sulit,” ujar Didik.
Pemkot Semarang selama ini melakukan koordinasi dengan asosiasi dan para provider melalui forum yang digelar secara rutin. Kabel yang melorot, menjuntai, atau tidak tertata dapat dilaporkan melalui forum tersebut untuk kemudian ditindaklanjuti pemilik jaringan.
“Kami bisanya paling kita koordinasikan di grup itu untuk membuat kabel-kabel itu supaya rapi di wilayah itu. Kalau misalnya ada yang gitu ya kami bisanya melalui grup tadi itu supaya diperbaiki, supaya dibetulkan, supaya tidak mengganggu masyarakat,” jelasnya.
Didik menyebut rapat koordinasi dengan asosiasi pemilik jaringan dilakukan hampir setiap bulan. “Iya, kami rutin mengelar rapat koordinasi setiap bulan. Kita menghimbau, koordinasikan agar bisa berjalan dengan baik dan tidak mengganggu masyarakat,” katanya. (Lingkar Network/Syahril)***
Jurnalis : Syahril Muadz
Editor : Adi Arfian






























