DEMAK, Lingkarjateng.id – Produksi tembakau di Kabupaten Demak menunjukkan peningkatan pada 2026. Komoditas yang menjadi salah satu andalan pertanian di wilayah selatan Demak tersebut kini memiliki luas areal tanam mencapai 3.812 hektare dengan produksi sekitar 5.195,15 ton.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dinpertan Pangan) Kabupaten Demak Agus Herawan mengatakan, peningkatan produksi tersebut menunjukkan kondisi pertanian tembakau di wilayah selatan Demak yakni Guntur, Karangawen, dan Mranggen cukup baik.
“Produksi tembakau kita meningkat dari sebelumnya. Luas areal tanam tembakau kita 3.812 hektare, produksinya mencapai lebih dari 5.000 ton,” ujar Agus usai mengikuti kegiatan panen tembakau dalam rangka Hari Tani Nasional di Desa Pamongan, Kecamatan Guntur, Jumat, 25 September 2026.
Menurut Agus, karakteristik wilayah selatan Demak mendukung pengembangan komoditas tembakau karena tanaman tersebut tidak terlalu membutuhkan banyak air.
“Di daerah selatan memang tidak terlalu membutuhkan air karena komoditasnya tembakau. Saat ini tembakau kita juga sedang bagus-bagusnya, terutama di Guntur, Karangawen, dan Mranggen,” katanya.
Selain produksi yang meningkat, ia menyebut harga jual tembakau saat ini juga cukup menguntungkan bagi petani. Agus menyebut harga tembakau berada di kisaran Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per kilogram.
“Ini lagi bagus-bagusnya. Ini harga kisaran Rp60-65 ribu per kg. Mudah-mudahan bagus terus,” harapnya.
Agus menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak terus mendorong peningkatan sektor pertanian melalui sinergi dengan berbagai pihak. Salah satunya dilakukan melalui koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait pengelolaan air untuk mendukung aktivitas pertanian.
“Saat ini pintu air Kedungombo sudah dibuka sehingga wilayah Demak bagian timur sudah mulai melakukan olah lahan. Kemudian juga dengan masalah pupuk, kami sudah berkoordinasi sehingga ketersediaan pupuk untuk masa tanam dinyatakan siap,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Demak Eisti’anah mengatakan Pemkab Demak terus memberikan dukungan kepada petani, terutama untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi para petani yang terus berkontribusi dalam menjaga produksi pangan dan perekonomian daerah. Pemkab terus memberikan dukungan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Eisti’anah.
Menurutnya, potensi pertanian Demak tidak hanya berasal dari komoditas padi. Tembakau juga menjadi salah satu komoditas unggulan yang dikembangkan di wilayah Kecamatan Guntur, Karangawen, dan Mranggen.
“Ketiga kecamatan ini merupakan penghasil tembakau di Demak,” katanya.
Eisti’anah menambahkan, salah satu tantangan sektor pertanian di Demak adalah perubahan kondisi geografis dan iklim. Karena itu, pemerintah terus berupaya menjaga produktivitas pertanian melalui kerja sama dengan berbagai pihak guna mendukung ketahanan pangan daerah.
Jurnalis: Lingkar Network/Burhanuddin Aslam
Editor: Sekar






























