KENDAL, Lingkarjateng.id – Pemerintah kembali memberikan perhatian bagi warga yang membutuhkan. Kali ini giliran Adi Nugroho, warga RT 07/RW 04, Desa Boja, Kecamatan Boja menerima bantuan tunai Program Kartu Jateng Ngopeni (KaJeN) yang diserahkan langsung oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, Kamis, 24 September 2026.
Adi Nugroho merupakan penyandang disabilitas yang juga telah menjadi yatim piatu yang dirawat oleh tetangganya bernama Komsiati.
Komsiati mengatakan, bantuan KaJeN bukan sekadar bantuan dalam bentuk materi. Namun menjadi bentuk perhatian yang diberikan pemerintah terhadap kondisi warganya yang mengalami keterbatasan dan kekurangan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ungkap Komsiati.
Ia mengaku Adi Nugroho selama ini belum pernah mendapatkan bantuan sosial. Karena itu, bantuan yang diterima menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi dirinya maupun Adi.
Diceritakan, kondisi yang dialami Adi sudah berlangsung sejak masih kecil setelah dirinya mengalami kecelakaan akibat terjatuh dari sepeda. Sejak saat itu, Komsiati turut mendampingi dan mengurus Adi hingga sekarang.
“Harapannya bantuan ini dapat terus berlanjut. Dan kalau bisa kami mohon pemerintah dapat membantu memenuhi kebutuhan Adi berupa alat bantu pendengaran dan kacamata agar dapat mendukung aktivitasnya sehari-hari,” harapnya.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung bagaimana program KaJeN diterima dan dirasakan oleh masyarakat.
“Saya ingin melihat langsung bagaimana KJN diterima dan dirasakan oleh masyarakat. Saya juga ingin mendengar cerita warga secara langsung, termasuk apa yang masih menjadi kendala,” ujar Bupati Tika.
Menurutnya, pertemuan langsung dengan masyarakat penting bagi pemerintah untuk memastikan program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan warga dan tepat sasaran.
“Dari pertemuan seperti ini, pemerintah bisa melihat apakah program yang dibuat memang sudah menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Saat bertemu dengan Adi, Bupati mengaku kondisi yang dialaminya tersebut menjadi pengingat pentingnya kehadiran pemerintah bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Salah satu penerima yang saya temui hari ini adalah Mas Adi. Di usia yang masih muda, beliau sudah harus menjalani kehidupan sebagai yatim piatu. Bagi saya, kondisi seperti ini mengingatkan kita bahwa pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan,” tuturnya.
Ia berharap program KaJeN dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi persoalan kesehatan.
“Saya berharap KaJeN bisa memberikan rasa aman. Ketika sakit, jangan sampai warga berpikir dulu tentang apakah punya uang atau tidak untuk berobat. Yang penting mereka bisa mendapatkan layanan kesehatan,” tegasnya.
Bupati Tika menambahkan, pemerintah ingin memastikan tidak ada masyarakat Kendal yang merasa sendirian ketika menghadapi persoalan, terutama terkait kesehatan.
“Kita ingin memastikan tidak ada warga Kendal yang merasa sendirian ketika menghadapi persoalan kesehatan. Pemerintah harus hadir, mendengar, dan memastikan bantuan yang diberikan benar-benar bisa dirasakan,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar
































