PATI, Lingkarjateng.id – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, buka suara terkait program beasiswa sarjana bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang pencairannya macet selama tiga bulan.
Chandra mengatakan bahwa keterlambatan pencairan beasiswa tersebut lantaran berkurangnya dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan.
Ia menjelaskan program beasiswa selama ini bergantung pada dukungan dana CSR. Namun, pada tahun ini terdapat beberapa perusahaan yang tidak lagi menyalurkan dana tanggung jawab sosialnya sehingga kebutuhan anggaran belum sepenuhnya terpenuhi.
“CSR masih, karena pakainya CSR ada beberapa usaha yang tahun ini tidak memberikan CSR-nya, jadi kan harus kita gali lagi anggarannya. Cuman ini sudah kami himpun Disdikbud sudah melaksanakan dan Bank Jateng sudah mengeluarkan (CSR). Sabar, semua sudah dilaksanakan,” kata Chandra, Rabu, 1 Juli 2026.
Meski menghadapi keterbatasan sumber pendanaan, Chandra memastikan program beasiswa sarjana tidak dihentikan.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati tetap berupaya mencari alternatif pembiayaan agar bantuan pendidikan tersebut dapat terus berlanjut.
“Tidak berhenti, proses CSR ada perusahaan yang tidak bisa memberikan seperti tahun kemarin. Ada yang mundur, ada yang tidak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk mewajibkan perusahaan menyalurkan dana CSR karena sifatnya sukarela.
Meski demikian, ia tetap berkomitmen melanjutkan program beasiswa yang sebelumnya diinisiasi Bupati Pati nonaktif Sudewo.
Sebagai solusi, ia berencana mengalokasikan anggaran beasiswa melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2026.
Usulan tersebut akan diajukan kepada DPRD Pati agar program tetap dapat berjalan meski dukungan CSR berkurang.
“Nanti di agenda perubahan kita anggarkan di APBD. Karena kita tidak bisa memaksa perusahaan untuk memberikan CSR. CSR kan hukumnya tidak wajib jadi kalau punya kelebihan dikasih, kalau tidak ya tidak,” tukasnya.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network
Editor: Rosyid































