KENDAL, Lingkarjateng.id – Sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Kendal mengalami kenaikan harga dalam beberapa pekan terakhir. Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdagkop UKM) Kabupaten Kendal mencatat bawang merah menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan paling signifikan akibat menurunnya hasil panen di tingkat petani.
“Saat ini produktivitasnya turun sekitar 20 hingga 40 persen sehingga berpengaruh terhadap harga,” kata Kepala Disdagkop UKM Kendal, Toni Ari Wibowo, Rabu, 10 Juni 2026.
Harga kedelai juga mengalami kenaikan. Namun, karena sebagian besar kebutuhan kedelai berasal dari impor, harga komoditas tersebut masih dalam pengawasan pemerintah.
Selain itu, harga cabai turut mengalami kenaikan karena berkurangnya pasokan dari daerah lain.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas beras karena berakhirnya masa panen.
Kondisi tersebut diperparah dengan kualitas gabah yang kurang optimal sehingga hasil gilingan beras menurun.
“Sehingga pedagang harus mengambil pasokan dari luar Kendal yang menambah biaya transportasi,” katanya.
Untuk mengantisipasi kenaikan harga, Disdagkop UKM Kendal terus berkoordinasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait.
Pengawasan distribusi bahan pokok di pasar juga diperkuat guna mencegah potensi penyimpangan serta memastikan pasokan tetap aman bagi masyarakat. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid































