SRAGEN, Lingkarjateng.id – Semangat Al Khidmah yang bermakna melayani menjadi nilai yang sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen dalam menghadirkan pelayanan yang berpihak kepada masyarakat.
Nilai tersebut mengemuka dalam kegiatan Majlis Dzikir wa Maulidurrasul Muhammad SAW yang diselenggarakan dalam rangka Haul Akbar Sragen 2026 dan peringatan Hari Jadi ke-280 Kabupaten Sragen di halaman Sentra Industri Kreatif dan Kerajinan (SIKK), Sabtu, 6 Juni 2026.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menyampaikan bahwa makna Al Khidmah tidak hanya relevan dalam kehidupan keagamaan, tapi juga dapat menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pemerintahan yang berfokus pada pelayanan publik.
“Sesuai dengan namanya, Al Khidmah berarti melayani atau pelayanan. Pemerintah Kabupaten Sragen juga berupaya ber-khidmah melalui berbagai program yang ditujukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang belum beruntung,” ujarnya.
Menurut Sigit, pemerintah daerah telah menjalankan berbagai program yang ditujukan untuk membantu kelompok rentan dan masyarakat kurang mampu. Salah satunya adalah kebijakan pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi warga kurang mampu, penyandang disabilitas, veteran, serta guru dengan penghasilan rendah.
Selain itu, Pemkab Sragen menghadirkan program pinjaman modal usaha tanpa bunga guna membantu masyarakat yang ingin memulai maupun mengembangkan usaha kecil.
“Program pinjaman bunga 0 persen ini menjadi salah satu bentuk pelayanan bagi warga kurang mampu yang ingin berusaha. Pinjaman maksimal Rp2 juta dapat dicicil hingga tiga tahun,” jelasnya.
Ia berharap rangkaian haul dan majelis dzikir tersebut dapat membawa keberkahan bagi masyarakat sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di Kabupaten Sragen.
“Semoga kita semua diberikan keberkahan dan dimudahkan dalam segala urusan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Jamaah Al Khidmah, H. Muhammad Uripan, menilai majelis dzikir memiliki peran penting sebagai sarana memperkuat keimanan dan mempererat persaudaraan di tengah berbagai tantangan kehidupan saat ini.
“Di tengah kehidupan yang semakin sibuk, penuh tantangan, kegelisahan, dan berbagai fitnah akhir zaman, manusia semakin membutuhkan tempat untuk menguatkan iman dan mempererat ukhuwah,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan dzikir dan pembacaan maulid tidak hanya menjadi media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi wadah memperkuat solidaritas, kebersamaan, dan semangat saling mendukung dalam kehidupan bermasyarakat.
Ratusan jamaah tampak mengikuti rangkaian acara dengan khusyuk. Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda keagamaan dalam peringatan Hari Jadi ke-280 Kabupaten Sragen.






























