KENDAL, Lingkarjateng.id – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kendal menggelar pelatihan pemasaran ikan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor perikanan pada Kamis, 4 Juni 2026.
Kepala DKP Kendal, Hudi Sambodo, menyampaikan bahwa sektor perikanan memiliki potensi yang sangat besar baik dari sisi penangkapan dan budidaya ikan. Selain itu pengolahan hasil perikanan juga mampu memberikan nilai tambah ekonomi lebih tinggi.
“Produk olahan ikan seperti abon, kerupuk, frozen food, hingga ikan cabut duri memiliki daya tarik yang besar di masyarakat. Namun, produk yang berkualitas dan inovatif tidak akan memberikan dampak ekonomi yang maksimal apabila tidak didukung strategi pemasaran yang tepat,” ungkap Hudi.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat. Konsumen kini tidak hanya mencari produk melalui pasar tradisional, tetapi juga memanfaatkan media sosial, marketplace, dan berbagai platform digital lainnya.
Oleh karena itu, pelatihan pemasaran menjadi langkah penting untuk membekali pelaku UMKM dengan kemampuan pemasaran secara lebih efektif dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Pemasaran adalah jembatan yang menghubungkan kreativitas produksi para pelaku usaha dengan konsumen. Produk yang baik harus mampu dikenal dan dipercaya oleh pasar,” jelasnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi pemasaran berupa peningkatan nilai jual produk (value added), perluasan jangkauan pasar (market expansion), menentukan harga yang tepat melalui literasi finansial, serta strategi membangun kepercayaan konsumen melalui konsistensi mutu dan legalitas produk.
“Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pasar, baik di tingkat lokal maupun nasional,” terangnya.
Dia berharap peserta pembekalan dapat memanfaatkan ilmunya untuk untuk terus berkembang, meningkatkan daya saing, serta menciptakan peluang usaha yang mandiri dan berkelanjutan.
“Kami harap keterbatasan dan tantangan yang dihadapi saat ini bukanlah penghalang. Dengan keterampilan dan pengetahuan yang tepat, pelaku UMKM perikanan mampu menciptakan usaha yang lebih maju, berdaya saing, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” harapnya.
Kegiatan pelatihan pemasaran ikan menghadirkan sejumlah narasumber Marchella Dharma Arumsari, Fikri Haryono dan Arinta.
Salah satu narasumber, Arinta dari Paxel Semarang mengatakan sebagai mitra UMKM, pihaknya memberikan materi terkait pengemasan produk olahan ikan agar aman saat dikirom ke selurih Indonesia.
“Kalau kami sebagai mitra ikut mendampingi UMKM. Apalagi salah satu top seller kita itu ikan asap dari Kendal. Kita lebih menekankan bagaimana misalnya ikan asap itu bisa lebih aman saat dikirim ke seluruh Indonesia,” pungkasnya. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa




























