KUDUS, Lingkarjateng.id – Pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia, berilmu, dan berdaya saing. Karena itu, lingkungan pesantren harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris pun meminta pondok pesantren di wilayah setempat menciptakan lingkungan pendidikan anti kekerasan. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Silaturahmi Pondok Pesantren berkolaborasi dengan Himpunan Pesantren dan Madrasah Diniyyah (HIPMA) Kudus di Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu, 3 Juni 2026.
Kegiatan tersebut juga membuka ruang diskusi dengan tema “Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual & Bullying”. Kegiatan ini dihadiri Jajaran Forkopimda, para masyayikh dan pengasuh pondok pesantren se-Kabupaten Kudus, serta pemangku kepentingan.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kudus berkomitmen mendukung terciptanya iklim pengasuhan yang baik di lingkungan pesantren. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerbitan Peraturan Daerah Kabupaten Kudus Nomor 1 Tahun 2024 tentang Fasilitasi Pengembangan Pesantren.
“Kami berupaya memastikan bahwa pondok pesantren di Kabupaten Kudus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para santri. Pesantren memiliki peran besar dalam mencetak generasi penerus bangsa, sehingga seluruh elemen harus bersama-sama mencegah terjadinya kekerasan seksual, bullying, maupun bentuk kekerasan lainnya,” ujar Sam’ani.
Bupati juga mengajak seluruh pengasuh dan pengelola pondok pesantren untuk terus memperkuat pola pengasuhan yang humanis, membangun komunikasi yang baik dengan santri dan orang tua, serta meningkatkan pengawasan dan pendampingan.
“Mari kita tunjukkan bahwa pondok pesantren di Kabupaten Kudus memiliki iklim pengasuhan yang baik. Pemerintah Kabupaten Kudus bersama Kementerian Agama akan terus memberikan pendampingan agar kondisi pesantren tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang para santri,” lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Himpunan Pesantren dan Madrasah Diniyyah (HIPMA) Kudus, Gus Muhammad Nahid, mengajak seluruh pengasuh pesantren untuk menjaga amanah yang diberikan oleh orang tua santri dengan menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan penuh keteladanan.
“Kami mengajak seluruh pondok pesantren untuk bersama-sama menciptakan iklim pendidikan yang aman dan nyaman bagi para santri. Anak-anak yang belajar di pesantren adalah amanah dari orang tua yang harus kami jaga dan bimbing dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Gus Muhammad Nahid juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kudus atas dukungan dan perhatian terhadap pengembangan pesantren serta upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kudus yang terus memberikan perhatian kepada pesantren. Semoga melalui sinergi ini, Kabupaten Kudus dapat menjadi daerah yang bebas dari kekerasan seksual, kekerasan verbal, maupun bullying di lingkungan pesantren,” tandasnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S
Editor: Sekar
































