Jepara (lingkarjateng.id) –.Perayaan Dharma Santi Nyepi di Jepara pada tahun ini akan menghadirkan nuansa yang berbeda. Pasalnya, dalam kegiatan itu akan dihadirkan pawai Ogoh-ogoh untuk kali pertama yang akan digelar di Pendopo Kabupaten Jepara pada Minggu (12/4) besok.
Penasihat kegiatan, Agung Bagus Kade Kusimantara, menyebut kegiatan itu akan dihadiri sekitar 800 umat Hindu dari berbagai wilayah Pati Raya. Peserta datang dari Jepara, Kudus, Pati, hingga Rembang.
“Kegiatan ini bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan dan memperkuat toleransi antarumat beragama di Jepara,” kata Bagus Ade yang juga Kepala Kejaksaan Negeri Jepara ini.
Bagus Ade menegaskan, semangat kebersamaan harus terus dijaga di tengah keberagaman masyarakat.
“Momentum ini menjadi wujud bahwa masyarakat Jepara mampu hidup berdampingan dalam harmoni tanpa memandang perbedaan,” katanya.
Dengan mengusung tema Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Dunia Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju, rangkaian acara yang dimulai pukul 08.00 WIB itu akan ada sarasehan atau dharma wacana.
Panitia juga menghadirkan narasumber dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI). Usai sesi tersebut, acara dilanjutkan dengan arak-arakan ogoh-ogoh setinggi sekitar 2,5 meter. Replika ini akan diusung oleh sekitar 20 warga Desa Plajan, Kecamatan Pakisaji.
“Tidak hanya pawai arak-arakan ogoh-ogoh, namum untuk menambah semarak juga akan dihadirkan penjor serta iringan gamelan khas Bali, Baleganjur. Rute kirab dimulai dari Pendopo Kabupaten Jepara dan berakhir di titik yang sama,” terangnya.
Bagus Ade menambahkan, kehadiran ogoh-ogoh juga menjadi sarana edukasi budaya bagi masyarakat luas. Ia berharap, ke depan tradisi ini dapat berkembang dan diadopsi di daerah lain di wilayah Pati Raya.
“Ini langkah awal. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi bagian dari kekayaan budaya serta perekat sosial di masyarakat,” pungkasnya. ***
Jurnalis : Tomi Budianto
Editor : Fian





























