SEMARANG, Lingkarjateng.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengonfirmasi adanya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman pada Jumat, 13 Maret 2026.
Walaupun secara detail dirinya belum mengetahui pasti apakah Syamsul Auliya Rachman ditangkap di Pendopo Bupati atau di kompleks perkantoran Pemkab Cilacap, Sumarno menyebut telah memperoleh informasi ihwal penangkapan Bupati Cilacap tersebut.
“Saya dapat info kalau terjadi OTT di cilacap. Tapi secara detail kami belum tahu kondisi ini. Yang jelas kami prihatin dengan situasi ini,” terangnya saat ditemui di Kantor Sekdaprov Jateng Gedung B Gubernuran Semarang.
Sumarno semakin kaget ketika mendengar kabar dan mengetahui bahwa dalam OTT KPK hari ini juga menangkap Sekda Cilacap. Disaat yang sama ia langsung menghubungi Sekda Cilacap melalui telepon namun tidak ada respon.
“Tadinya gak tahu kalau Pak Sekdanya kena juga. Tadi sempat saya kontak tapi tidak dijawab,” ujar Sumarno.
Sumarno juga menginformasikan setelah adanya OTT dari KPK, Bupati sampai Sekda Cilacap langsung digelandang ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kita hanya dapat info kalau ada penangkapan dan dibawa ke Jakarta,” katanya.
Soal pelayanan birokrasi di Pemkab Cilacap pasca OTT KPK, katanya pihaknya menyarankan para ASN di sana tetap menjalankan seperti biasanya.
Sumarno juga berjanji nantinya Pemprov Jateng melakukan asistensi ke Cilacap supaya dapat mengetahui apakah layanan publik tetap dijalankan bagi masyarakat terutama jelang arus mudik dan perayaan Lebaran.
“Kami berharap teman-teman di Cilacap tetap melakukan pelayanan masyarakat agar berjalan dengan baik. Nanti kami asistensi di sana. Pelayanan harus tetap berjalan. Makanya nanti kita pastikan pelayanan dan asistensinya kesana untuk aktivitasnya,” harap Sumarno.
Jurnalis: Rizky Syahrul Al-Fath
Editor: Rosyid






























