REMBANG, Lingkarjateng.id – Nasib nahas dialami Paidin, pengusaha beras asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. Ratusan sak beras miliknya yang baru saja dibeli dan disimpan di gudang penggilingan padi di Dusun Cendono, Desa Sambiyan, raib digondol maling pada Jumat dini hari, 22 Mei 2026.
Paidin menuturkan, beras tersebut baru dibeli pada Kamis sore, 21 Mei 2026, sore sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah proses pembongkaran selesai, seluruh beras disimpan di gudang penggilingan padi miliknya.
Namun keesokan paginya, sekitar pukul 06.00 WIB, saat datang ke lokasi untuk memulai aktivitas seperti biasa, ia mendapati pintu gudang sudah dalam kondisi terbuka.
“Saya datang ke gudang sekitar jam enam pagi. Saat sampai, pintu depan sudah tidak terkunci dan gemboknya rusak,” ujar Paidin.
Setelah masuk ke dalam gudang dan melakukan pengecekan, Paidin terkejut karena sebagian besar stok beras miliknya sudah hilang.
Menurutnya, total beras yang raib mencapai 281 sak beras kemasan 5 kilogram dan satu sak besar berisi 100 kilogram beras. Kerugian akibat pencurian tersebut ditaksir mencapai Rp20,3 juta.
Paidin kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarganya dan warga sekitar sebelum akhirnya melaporkannya ke Polsek Kaliori.
“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Kaliori. Saya berharap pihak kepolisian bisa segera mengusut tuntas kasus ini dan pelaku bisa secepatnya tertangkap,” katanya.
Kasatreskrim Polres Rembang AKP Alva Zakya Akbar membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku diduga masuk ke dalam gudang dengan cara merusak gembok pintu.
“Pelaku masuk dengan cara merusak pintu gembok gudang penggilingan padi milik korban,” jelas AKP Alva pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Saat ini Unit Reskrim Polsek Kaliori masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti guna mengungkap identitas pelaku.
Polisi juga menduga beras dalam jumlah besar tersebut diangkut menggunakan kendaraan roda empat atau lebih untuk memudahkan proses pengangkutan dari lokasi kejadian.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Rosyid
































