REMBANG, Lingkarjateng.id – Gelaran Rembang Expo 2025 yang diselenggarakan sejak 25 Juli 2025 dan akan berakhir pada hari ini, Kamis, 31 Juli 2025 menuai keluhan. Event yang diadakan selama sepekan tersebut dinilai mengalami penurunan terutama dari sisi promosi dan penataan stand yang dianggap kurang maksimal.
Rendi, Pedagang asal Jepara yang sudah rutin mengikuti event di Rembang selama delapan tahun mengungkapkan bahwa daya beli masyarakat dirasa menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
“Perbandingan sama tahun kemaren menurun mas, kalau ramai pengunjung sih tetep, cuman daya beli agak berkurang, sama penataan, karna kalau dulu konsepnya lebih rapi,” ungkap Rendi.
Meski begitu, dari segi biaya sewa lapak, Rendi mengaku masih merasa sesuai dengan penghasilannya.
“Ya, saya pribadi worth it, cuman gak tau temen-temen yang lain, karena kan sesuai dagangan masing-masing (penghasilan/red), kalau saya masih masuk lah,” tambahnya.
Rendi berharap, ke depannya konsep acara lebih diperhatikan, serta promosi lebih digencarkan agar antusiasme pengunjung kembali meningkat.
Hal senada disampaikan oleh Ulaningsih, pelapak kuliner dari Mondoteko, Rembang. Menurutnya sistem penyelenggaraan yang kini bersifat mandiri membuat pelaku usaha harus menyewa stan, berbeda dengan tahun sebelumnya yang disediakan secara gratis.
“Untuk tahun ini agak berkurang sih, tapi ya Puji Tuhan lumayan lah, kebetulan untuk biaya sewa saya nutup,” katanya.
Ulaningsih juga menyoroti kurangnya informasi yang beredar di masyarakat terkait pelaksanaan expo.
“Mungkin harapannya untuk expo kedepan untuk EO-nya mungkin lebih perbanyak marketingnya, untuk memberi tahu bahwa disini lo ada expo. Kayaknya banyak temen-temen juga pada belum tahu. Untuk temen-temen juga pada mengeluh dikiranya expo ini tu jualannya mahal-mahal, padahal kalau kita saya sendiri pribadi untuk harga masih sama seperti kita jualan dirumah,” jelasnya.
Menurutnya, anggapan mahal bisa jadi muncul karena banyak stand berasal dari luar kota, sementara pelaku UMKM lokal masih tetap menjaga harga seperti di tempat asalnya.
Di sisi lain, tidak semua pelapak mengalami penurunan. Tarni, pedagang kuliner lokal yang mendapatkan lokasi strategis di dekat panggung luar, justru merasa tahun ini penjualannya lebih baik dibanding tahun lalu.
“Penjualan tahun ini lebih bagus daripada tahun kemarin. Setiap expo pasti ikut. Penghasilan kayaknya lebih besar sekarang dari pada kemarin. Dulu stand-nya di samping pos, sekarang di sini,” ujarnya.
Ia berharap ke depan expo bisa semakin baik dan memberi manfaat lebih besar bagi pelaku usaha lokal.
Jurnalis: Muhammad Faalih
Editor: Sekar S































