Truk Trailer Muat 1.120 Sak Semen Tabrak Rumah Warga Cepiring Kendal

BERCECERAN: Sak semen berceceran dan menimpa rumah milik warga RT 4 RW 1 Dukuh Jambu, Desa Karangayu, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal. (Unggul Priambodo/Lingkarjateng.id)

BERCECERAN: Sak semen berceceran dan menimpa rumah milik warga RT 4 RW 1 Dukuh Jambu, Desa Karangayu, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal. (Unggul Priambodo/Lingkarjateng.id)

KENDAL, Lingkarjateng.id – Sebuah truk trailer bermuatan 1.120 sak semen dengan nomor polisi H 1683 EH menabrak rumah warga di Desa Karangayu, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal pada Rabu, 27 Juli 2022.

Latifah (56) warga RT 4 RW 1 Dukuh Jambu, Desa Karangayu, Kecamatan Cepiring mengaku kaget. Pasalnya, saat ia tengah selesai melaksanakan sholat tahajud, rumahnya ditabrak oleh truk trailer. Alhasil, ia langsung membangunkan anak dan adiknya.

“Kami bersyukur semua tidak luka dan selamat,” ujar Latifah.

Akibat insiden itu, rumah kayu milik Latifah di bagian depannya mengalami rusak parah, bahkan sampai roboh. Sedangkan, ratusan sak semen muatan truk trailer menghantam pagar kayu, tiang, teras depan, kamar depan, hingga ruang tamu.

“Sudah tidak kaget kalau kena musibah ini. Karena dulu juga pernah dihantam ban truk masuk rumah sampai ringsek bagian depan,” lanjutnya.

Sedangkan,  sopir truk trailer, Slamet Riyono (28) mengaku sengaja membanting stir ke arah kanan untuk menghindari tabrakan dan kecelakaan dengan pengendara lain di Jalur Pantura Karangsuno-Cepiring tersebut. Sebelumnya, ia melaju dari arah timur menuju ke barat.

“Saya mau mengantar semen dari Tuban, Jawa Timur ke Cirebon, Jawa Barat. Tapi, truk nabrak ban yang menggelinding dari truk lain di depan. Alhasil, saya banting stir,” ujar Slamet.

Slamet menjelaskan, truknya mengangkut 1.120 sak semen dengan masing-masing berukuran 50 kilogram.

“Setelah banting stir ‘kan roda depan truk naik trotoar. Nah, saya langsung lompat,” lanjutnya.

Sementara itu, Kanit Lakalantas Polres Kendal, Iptu Aris Krismanto menjelaskan bahwa kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun kerugian ditaksir mencapai Rp 15 juta lebih.

Untuk proses evakuasi, lanjut Iptu Aris Krismanto, akan dilakukan secara manual, yakni memindahkan semen terlebih dahulu ke truk trailer pengganti. Kemudian truk trailer bernopol H 1683 EH akan ditarik oleh warga untuk evakuasi.

“Karena kalau pakai truk crane tidak memungkinkan. Di atasnya ada banyak kabel listrik. Jadi akan kita lakukan manual evakuasinya,” ujarnya. (Lingkar Network | Unggul Priambodo – Koran Lingkar)