SD di Kudus Kenalkan Lingkungan Sekolah lewat Jalan Sehat

Siswa didik baru di SD 2 Jojo saat akan mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dengan jalan sehat Sabtu

CERIA: Siswa didik baru di SD 2 Jojo saat akan mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dengan jalan sehat, Sabtu (16/7).

KUDUS, Lingkarjateng.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Dasar (SD) biasanya dilakukan dengan kegiatan-kegiatan yang menarik bagi siswa. Salah satunya yakni di SD 2 Jojo yang mengenalkan lingkungan sekolah dengan kegiatan jalan sehat.

Kegiatan ini pun disambut antusias oleh para siswa. Pasalnya, kegiatan ini mengajak siswa untuk melakukan jalan kaki bersama dengan berkeliling ke sekitar area sekolah.

“Kami ingin memperkenalkan kepada para siswa tentang lingkungan yang ada di sekitar sekolah. Siswa jadi tahu ada apa saja di sekitar sini,” kata Kepala Sekolah SD 2 Jojo Eko Mardiana.

Jalan sehat ini diadakan pada hari Sabtu (16/7) kemarin. Kegiatan ini pun tak hanya diikuti oleh siswa kelas I saja, melainkan juga siswa SD 2 Jojo lainnya dari seluruh kelas.

Sebelum melakukan kegiatan jalan sehat ini, pihak sekolah juga sudah memperkenalkan berbagai ketentuan dan aturan yang ada di sekolah. Mengingat, aturan yang ada di SD memiliki banyak perbedaan dibandingkan dengan di TK.

“Kami mengenalkan kepada para siswa bahwa di SD itu berbeda dengan TK,” ucapnya.

Eko menjelaskan, siswa kelas satu akan mulai belajar cara memegang pensil dan menulis. Kemudian, lanjutnya, pihak sekolah juga mulai mengajarkan tentang aturan pemakaian seragam di SD 2 Jojo.

“Hari Senin dan Selasa itu memakai seragam merah putih, Rabu dan Kamis memakai batik, Jumat memakai pakaian Santri Kudusan dan Sabtu memakai seragam pramuka atau olahraga. Karena hari Sabtu terakhir di tiap bulan itu kita ada kegiatan Sabtu Sehat untuk senam dan jalan sehat bersama,” paparnya.

Selain itu, kata Eko, sekolah juga menyampaikan kepada siswa baru bahwa di SD harus mulai mandiri. Dimana, jelasnya, siswa diimbau tidak perlu khawatir jika tidak ditemani oleh orang tua di sekolah.

“Nanti kalau saat jam pulang sekolah, siswa belum dijemput oleh orang tua juga kami sampaikan tidak perlu khawatir. Karena akan diantar oleh guru, jadi tidak perlu menangis,” terangnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga sudah mengenalkan mengenai program-program yang ada di sekolah lainnya. Apalagi, di SD 2 Jojo saat ini sudah menerapkan implementasi kurikulum merdeka (IKM) yang berbeda dengan kurikulum sebelumnya.

“Kami juga akan menggiatkan lagi program ekstra kulikuler, seperti Pramuka, Qiroati dan Pencak Silat,” tambahnya. (NISA HAFIZHOTUS SYARIFA – KORAN LINGKAR)