Kebakaran di Swalayan Kendal, Warga Kedungpane Semarang Tewas Terbakar

KEBAKARAN: Swalayan Aneka Jaya di Jalan Pantura Soekarno-Hatta, Kelurahan Langenharjo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal dilalap si jago merah, Senin (11/07). (Unggul Priambodo/Lingkarjateng.id)

KEBAKARAN: Swalayan Aneka Jaya di Jalan Pantura Soekarno-Hatta, Kelurahan Langenharjo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal dilalap si jago merah, Senin (11/07). (Unggul Priambodo/Lingkarjateng.id)

KENDAL, Lingkarjateng.id – Swalayan Aneka Jaya yang berada di Jalan Pantura Soekarno-Hatta, Kelurahan Langenharjo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal dilalap si jago merah pada Senin (11/07). Meski tidak membutuhkan waktu lama untuk memadamkan api, namun salah seorang pekerja las tewas lantaran terjebak di lantai tiga dan tak bisa meloloskan diri dari kobaran api.

Diduga api berasal dari percikan bahan yang mudah terbakar. Korban yang tewas terbakar bernama Patmono (42), warga Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Tutik, salah seorang karyawan mengaku, telah mendengar sirine tanda kebakaran saat pergantian shift berlangsung dan saat itu semua karyawan diminta keluar. Namun, di lantai tiga, sedang ada pengerjaan pembangunan gedung bioskop dan pekerjanya terjebak api.

“Saat pergantian shift, karyawan diminta keluar. Namun, masih ada satu pekerja yang ada di lantai tiga terjebak api,” ujar Tutik.

Sementara  itu, teman korban bernama Untung, membenarkan bahwa saat itu ada empat pekerja las di lantai tiga. Setelah mengetahui ada api, semua pekerja langsung menyelamatkan diri.

“Masing-masing menyelamatkan diri. Saya tidak tahu kalau ada yang tertinggal dan terjebak di ruangan,” ujar Untung.

Terpisah, Wakapolres Kendal, Kompol Edy Sutrisno mengatakan, korban  terjebak api di lantai tiga. Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Dr. H. Soewondo Kendal.

“Korban adalah pekerja yang sedang memperbaiki gedung dan bukan karyawan Swalayan Aneka Jaya. Saat ini, sudah dibawa ke RSUD Dr. H. Soewondo Kendal,” tutur Kompol Edy Sutrisno.

Sementara itu, Kasi Ops Pengendalian Kebakaran Satpolkar Kendal, Ria Listiana Sari saat dikonfirmasi mengungkapkan, sebanyak empat unit pemadam kebakaran telah dikerahkan. Lanjut Ria, air tidak menjadi masalah dan api bisa diatasi, namun yang menjadi kendala adalah tangga yang tidak tersedia sehingga sulit mengevakuasi korban.

“Api tidak lama padam karena dekat sumber air, hanya proses evakuasi yang agak lama,” ujar Ria. (Lingkar Network | Unggul Priambodo – Koran Lingkar)