33 Sekolah di Kudus bakal Terapkan Program Sekolah Penggerak

33 Sekolah di Kudus bakal Terapkan Program Sekolah Penggerak

MENJELASKAN: Kepala Sekolah SD 3 Barongan Dewi Sofiyati saat memberikan penjelasan mengenai sekolah penggerak, Rabu (13/4). (Nisa Hafizhotus Syarifa/Lingkarjateng.id)

KUDUS, Lingkarjateng.id – Sebanyak 33 sekolah di Kabupaten Kudus bakal menerapkan Program Sekolah Penggerak. Program ini rencananya akan diterapkan pada awal tahun ajaran baru nanti.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada melalui Kasi Kurikulum Afri Shofianingrum menjelaskan, Kabupaten Kudus masuk dalam angkatan kedua program sekolah penggerak. Nantinya, sekolah-sekolah yang sudah menjadi sekolah penggerak akan menerapkan kurikulum merdeka.

“Sekolah penggerak ini nantinya yang akan mulai menerapkan kurikulum merdeka,” ucapnya.

Diketahui, kepala sekolah dari sekolah penggerak sebelumnya mendaftar melalui Sistem Informasi Manajemen untuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIMPKB). Kemudian, sekolah tersebut mengisi data administrasi, esai, dan melakukan wawancara.

Disdikpora Kudus Ujicoba Kurikulum Prototipe di Sekolah Penggerak

“Untuk pelatihan dan pendampingan sekolah penggerak akan dimulai pada bulan Mei,” tambahnya.

Disdikpora Kudus pun sudah memberikan sertifikat atau penghargaan kepada sekolah yang lolos menjadi sekolah penggerak. Pihaknya pun berharap, sekolah-sekolah yang sudah mengikuti program sekolah penggerak ke depannya bisa melaksanakan dengan baik.

ILUSTRASI: Kegiatan belajar mengajar di sekolah belum lama ini. (Nisa Hafizhotus Syarifa/Lingkarjateng.id)

“Diharapkan sekolah benar-benar berkomitmen, mau, dan mampu menjadi sekolah penggerak. Karena sekolah penggerak itu ada poinnya, nanti juga ada bantuan BOS kinerja dari pemerintah pusat untuk program tersebut,” terangnya.

Pihaknya pun sudah berkolaborasi dengan Djarum Foundation untuk pemberian bantuan berupa laptop kepada sekolah penggerak. Laptop tersebut nantinya akan digunakan untuk menunjang aktivitas yang dibutuhkan dalam pelatihan sekolah penggerak. “Bantuan tersebut rencananya akan diserahkan minggu depan,” kata dia.

Pemerintah Dituntut Kembalikan Guru P3K ke Sekolah Asal

Sementara itu, Kepala Sekolah SD 3 Barongan Dewi Sofiyati menyampaikan, pihaknya tertarik mendaftar sekolah penggerak karena adanya digitalisasi pembelajaran yang akan lebih cepat. Pasalnya, sekolah penggerak akan mendapatkan bantuan laptop untuk menunjang pembelajaran.

“Guru di sekolah penggerak nanti juga akan dapat pelatihan langsung dari Kemendikbudristek,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, sekolah juga akan didampingi oleh mentor selama pelatihan sekolah penggerak. Pihaknya mengaku sudah mempersiapkan dengan matang program sekolah penggerak. Tinggal menunggu pelatihan dan launching pelaksanaan dari pemerintah.

Mengenal Kurikulum Prototipe, Siswa Bebas Memilih Pelajaran

“Untuk para guru sudah saya ancang-ancang supaya mempersiapkan diri untuk menjalankan program sekolah penggerak,” bebernya.

Senada, Kepala Sekolah SMP 5 Kudus Rokhim juga mengaku siap melaksanakan program sekolah penggerak. Pihaknya tinggal menunggu pelatihan dan keputusan diterapkannya program sekolah penggerak di sekolah.

“Persiapannya kita sudah siap, jadi kalau launching nanti kita sudah siap semua,” ucapnya. (Lingkar Network | Nisa Hafizhotus Syarifa – Lingkarjateng.id)