JEPARA, Lingkarjateng.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, bersama Bupati Jepara, Witiarso Utomo (Mas Wiwit), meresmikan hasil program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMPN 1 Tahunan, Kabupaten Jepara, pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengatakan program tersebut bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang layak demi peningkatan mutu pendidikan nasional.
“Pada tahun 2025, anggaran revitalisasi mencapai Rp16,9 triliun untuk 16.175 satuan pendidikan. Hingga akhir Desember, mayoritas telah selesai, sementara sisanya terkendala faktor cuaca dan kondisi darurat lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, revitalisasi sarana dan prasarana merupakan bagian penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan nasional. Khusus di Kabupaten Jepara, seluruh program revitalisasi yang dialokasikan telah diselesaikan.
“Tahun 2026 kita rencanakan ada 71 ribu satuan pendidikan yang akan direvitalisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Jepara yang akrab disapa Wiwit menyampaikan apresiasinya atas kunjungan langsung Mendikdasmen ke SMPN 1 Tahunan. Menurutnya, kehadiran menteri merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah pusat terhadap pendidikan di daerah.
“Ini sebuah kehormatan bagi Jepara. Program dari Presiden Prabowo melalui Mendikdasmen sangat luar biasa dan membawa dampak besar bagi sekolah-sekolah,” ujarnya.
Wiwit mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, Kabupaten Jepara mendapatkan alokasi revitalisasi untuk 103 satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta, mulai dari PAUD hingga SMP, dengan total anggaran sebesar Rp67,9 miliar.
Untuk jenjang SMP sendiri, anggaran yang digelontorkan mencapai sekitar Rp27,8 miliar, termasuk untuk SMPN 1 Tahunan.
“Revitalisasi ini adalah investasi jangka panjang negara untuk membangun kualitas sumber daya manusia. Semoga program ini terus berlanjut dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat Jepara,” katanya.
Di sisi lain, Kepala SMPN 1 Tahunan, Adi Sasono, mengungkapkan sekolahnya memperoleh dana revitalisasi sebesar Rp720 juta.
Dana tersebut dimanfaatkan untuk merehabilitasi empat ruang kelas dan berhasil diselesaikan tepat waktu. Bahkan, berkat pengelolaan yang efisien, perbaikan dapat menjangkau hingga lima ruang kelas.
“Pekerjaan bisa kami tuntaskan dengan baik. Sisa material kami gunakan untuk membangun teras masjid sekolah, ditambah infaq dari para guru,” kata Adi.
Meski demikian, ia berharap adanya bantuan lanjutan. Adi mengatakan bahwa meski saat ini SMPN 1 Tahunan memiliki 29 ruang kelas, namun fasilitas pendukungnya masih terbatas.
“Sekolah baru memiliki dua ruang TIK dan belum memiliki ruang multimedia, sementara bantuan TV interaktif dari kementerian harus berbagi ruang dengan fasilitas TIK yang ada. Selain itu, keterbatasan laboratorium IPA juga menjadi kendala dalam pengaturan jadwal pembelajaran,” ujarnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Rosyid





























