KENDAL, Lingkarjateng.id – Ketua Karang Taruna Kabupaten Kendal, Nattaya Kenenza, didapuk sebagai salah satu juri dalam Lomba Tumpeng yang digelar dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2025.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal pada Rabu, 22 Oktober 2025.
Dalam kesempatan itu, Nattaya tak hanya menilai tampilan dan rasa tumpeng peserta, tetapi juga menyampaikan motivasi kepada para santri yang ikut ambil bagian dalam lomba.
Ia mendorong para santri untuk terus meningkatkan kreativitas, inovasi, dan semangat dalam berkontribusi untuk kemajuan daerah.
“Selamat Hari Santri, semoga di momen ini para santri lebih semangat lagi, rajin belajar lagi. Apalagi Pemkab Kendal selalu mengadakan lomba-lomba setiap peringatan Hari Santri. Semoga para santri lebih kreatif dan semangat untuk Kendal lebih baik,” kata putri dari Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, itu.
Lomba Tumpeng Hari Santri 2025 diikuti oleh 61 peserta dari berbagai pondok pesantren dan organisasi Islam di Kabupaten Kendal.
Acara ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri yang rutin digelar Pemerintah Kabupaten Kendal setiap tahunnya.
Ketua panitia yang juga Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kendal, Zainal Fatah, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat dan mempererat silaturahmi antar santri dan lembaga keagamaan.
“Selain untuk menumbuhkan semangat Hari Santri, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antar pondok pesantren dan organisasi Islam di Kendal,” ujar Zainal.
Selain Nattaya, Ketua Tim Penggerak PKK Kendal, Niken Larasati, juga terlibat sebagai juri. Ia mengatakan lomba ini menilai aspek kreasi tumpeng, cita rasa, kebersihan, serta kesesuaian dengan tema Hari Santri.
“Yang kita nilai adalah kreasi tumpeng yang sesuai dengan ketentuan tema peringatan Hari Santri, kemudian juga cita rasa, kebersihan, dan uniknya,” kata Niken.
Niken berharap ajang ini bisa menjadi pemicu semangat dan kreativitas para santri di luar kegiatan pesantren.
“Ini sebagai ajang kreasi, membuat para santri lebih semangat berkreasi lagi. Melalui kegiatan ini mereka juga tidak hanya bergelut di dalam pondok pesantren saja,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid



























