BATANG, Lingkarjateng.id – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi, menyerahkan 1.065 sertifikat tanah kepada para petani teh eks program Perkebunan Inti Rakyat (PIR) di tiga kabupaten, yakni Batang, Banjarnegara, dan Pekalongan.
Luthfi menyampaikan penyerahan sertifikat tersebut selaras dengan kebijakan penghapusan piutang macet UMKM dan menjadi bagian dari upaya reformasi agraria yang didorong oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertanian.
“Sebanyak 1.065 sertifikat tanah untuk petani eks PIR di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Batang, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten Pekalongan,” kata Luthfi di Pendopo Kabupaten Batang pada Jumat, 22 Agustus 2025.
“Dengan sertifikat ini, saya menghimbau para petani ini bisa memanfaatkannya untuk usaha yang produktif dan berkelanjutan, bukan untuk konsumsi seperti membeli motor atau pakaian,” sambungnya.
Program PIR teh yang dimulai sejak 1984–1985 ini menggandeng PT Pagilaran sebagai pihak inti, dengan petani sebagai plasma.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, serta memperkuat ekonomi wilayah sekitar.
“Pemerintah provinsi menekankan akan terus mendampingi petani, baik melalui dukungan teknologi, modal, maupun perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan provinsi terhadap petani teh di wilayahnya.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 1.044 hektare kebun teh rakyat di Batang, dengan produksi mencapai 1,4 juta kilogram per tahun.
“Di Kabupaten Batang sendiri terdapat kebun teh rakyat seluas 1.044 hektar dengan produksi mencapai sekitar 1,4 juta kilogram per tahun. Hasil produksi PIR disalurkan ke plasma serta dijual secara lokal dan diekspor,” terangnya.
Sementara itu, PT Pagilaran juga mengelola sekitar 1.000 hektare lahan teh yang hasilnya banyak diserap untuk pasar ekspor dan domestik.
“Dengan dibagikannya sertifikat, petani harus dapat mengoptimalkan sertifikat tanah untuk usaha produktif,” pungkas Faiz.
Sumber: Pemkab Batang
Editor: Rosyid
































